Politik Pemerintahan

Wagub Jatim Tinjau Produksi Masker di Kota Mojokerto

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak didampingi Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari meninjau proses produksi pembuatan masker 'Mpu 95' di Jalan Cinde, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengunjungi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kelompok masyarakat di Kota Mojokerto, Senin (3/8/2020). Orang nomor dua di Jawa Timur ini berharap jika memungkinkan untuk diversifikasi pendapatan keluarga perkotaan di tengah Pandemi Covid-19.

Didampingi Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, suami dari Arumi Bachsin ini meninjau proses produksi pembuatan masker ‘Mpu 95’ di Jalan Cinde, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Ini merupakan UMKM lokal kelompok masyarakat di Kota Mojokerto yang memanfaatkan aset pemerintah daerah.

“Saya ingin melihat secara langsung informasi terkait daya upaya maupun daya usaha dari UMKM kelompok masyarakat Kota Mojokerto dalam pengembangan produk-produk di tengah pandemi Covid-19. Terutama produk yang biasanya warga hasilkan, namun saat ini permintaannya turun drastis bahkan bahkan tidak ada permintaan,” ungkapnya.

Masih kata Emil, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto memberikan kesempatan kepada pelaku usaha di Kota Mojokerto untuk memanfaatkan aset pemerintah. Seperti produksi pembuatan masker ‘Mpu 95’ di Jalan Cinde, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto tersebut.

“Nah ternyata Bu Wali memberikan kesempatan kepada kelompok-kelompok ini, untuk memanfaatkan aset pemerintah yang kemudian membuat masker. Masker ini diberi nama Mpu 95, biar mungkin Mojokerto-nya terasa dan tadi saya lihat standarnya ada 4 lapis. Ini didesain atau terinspirasi yang akan digunakan untuk tenaga medis,” katanya.

Masker produksi ‘Mpu 95’ tersebut sudah memiliki keterangan dari Kementerian Kesehatan RI dan akan dilakukan verifikasi secara prosedural oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Terlebih adanya peningkatan permintaan yang tak bisa terpenuhi karena minimnya alat produksi.

“Tadi urun rembuk dengan Bu Wali bagaimana nanti ada tambahan alat untuk bisa dioperasikan di sini. Jadi penerimanya biar di Pemkot saja untuk menambah alokasi di sini. Kemudian juga tadi kita bicara bagaimana UMKM terdampak di Kota Mojokerto, salah satunya alas kaki,” ujarnya.

Menurutnya, Pemkot Mojokerto mengalihkan kedua hal, yakni kebutuhan-kebutuhan medis, seperti hazmat, masker. Sedangkan satunya lagi ke urban farming yang akan disinergikan dengan kelompok Usaha Bersama (UB) dan e-warung. Hal ini memiliki kemiripan dengan cita-cita Gubernur Jawa Timur sewaktu menjabat Menteri Sosial (Mensos).

“Beliau memang ingin memberikan bantuan pada warga, dan bantuan itu larinya juga untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat dan itulah esensi dasar dari e-warung. Kalau standar ini diikuti memungkinkan untuk diversifikasi pendapatan keluarga perkotaan,” pungkasnya. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar