Politik Pemerintahan

Wagub Emil: Satu Kampung, Satu Mahasiswa Cegah Penyebaran Covid-19

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menjelaskan bahwa konsep satu kampung tangguh satu mahasiswa akan sangat membantu mencegah peneyabaran Covid-19. Dia mencontohkan, di Krian-Sidoarjo, Danramil hanya memiliki 18 personel, sedangkan Polsek di sana hanya punya 42 personel.

“Hal ini membuat tidak bisa menyentuh seluruh kampung tangguh yang ada di Kecamatan Krian,” kata Emil saat mengunjungi Unesa, Jumat (10/7/2020).

Karena itulah butuh peran perguruan untuk membantu mendampingi seluruh kampung tangguh. Menurutnya, ada dua tingkat peran perguruan tinggi untuk penanganan Covid-19.

“Ada dua tingkat peran perguruan tinggi. Pertama, secara individu membantu di lingkungannya masing-masing dan kedua melakukan inovasi dalam upaya penanganan Covid-19,” jelas Emil

Saat ini, Pemprov Jatim juga sedang mengkoordinasikan dan mensinergikan 50 mahasiswa kedokteran yang sedang melakukan KKN di beberapa wilayah.

“Tapi teknisnya seperti apa? Ini yang akan segera kami koordinasikan, kami berusaha untuk mensinergikan apa-apa yang sudah dilakukan oleh Perguruan Tinggi,” jelas Emil

“Kami rancang sesederhana mungkin lebih mengedepankan empati dan pedulinya, syukur-syukur ada elemen keilmuan yang mendukung,” tambah Emil.

Dia berharap dengan terlibatnya mahasiswa yang sedang KKN dapat memutus penyebaran Covid-19. “Kami berharap akan berdampak pada penajaman di lapangan yang langsung teruntegrasi dengan gugus tugas Covid-19 Jawa timur,” ujar Emil.

“Kami juga berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Timur dan Binmas Polda Jawa Timur, konsep yang mengerucut adalah satu kampung tangguh satu mahasiswa,” pungkas Emil. (tok/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar