Politik Pemerintahan

Wagub Emil Beberkan Alasan Perpanjangan PPKM di Kota Malang

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak di Kota Malang.

Malang (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak berkunjung ke Kota Malang. Dia sekaligus melakukan sosialisasi bahwa Kota Malang menjadi salah satu daerah di Jatim yang akan melanjutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid II hingga 8 Februari 2021.

Emil mengatakan, secara umum kasus Covid-19 di Kota Malang perlahan bisa dikendalikan. Jumlah kasusnya cenderung turun meski masih tinggi. Apalagi tingkat keterisian kasur isolasi pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan juga masih tinggi sekira 60 persen.

Karena itulah, PPKM jilid II kembali diterapkan oleh Pemerintah Pusat di Kota Malang. “Malang Raya jalannya (penanganan Covid-19) sudah bagus. Relatif kasus Covid-19 membaik. Walaupun Bed Occupancy Rate (BOR) masih tinggi di atas 60 persen,” kata Emil, Jumat (22/1/2021).

Emil berharap, kalimat PPKM tidak menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Jatim. PPKM yang diambil oleh Pemerintah Pusat merupakan salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dia mengingatkan masyarakat Kota Malang untuk selalu tertib protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Sekali lagi walaupun PPKM diperpanjang. Kami berharap tidak menjadi momok bagi masyarakat. Untuk Kota Malang, angka kasus positifnya melandai. Melandai, itu bukan enggak ada kasus baru, tapi kasus harian itu angkanya tidak melonjak. Ini adalah hal yang baik yang harus kita apresiasi,” ujar Emil.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengimbau, masyarakat untuk tertib dalam menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sebab, PPKM dianggap akan berjalan efektif jika dibarengi kedisiplinan masyarakat. Termasuk para pelaku usaha yang harus tutup sekira pukul 20.00 WIB sesuai aturan jam malam.

“Ada beberapa tempat usaha yang terpaksa ditutup. Mereka ketahuan buka hingga malam pukul 23.00 WIB. Apalagi mereka saat itu sembunyi-sembunyi. Sebenarnya banyaknya yang ditutup juga tidak mempengaruhi angka Covid-19. Karena paling penting adalah kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan,” tandasnya. [luc/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar