Politik Pemerintahan

Wagub Apresiasi TPST Samtaku Lamongan, Jatim Komitmen Bersih dari Sampah

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak berkomitmen agar Provinsi Jatim bersih dari sampah secara berkelanjutan, meski berbagai tantangan masih harus dihadapi.

Emil mengapresiasi pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) ‘Sampahku Tanggung Jawabku’ (Samtaku) di Kabupaten Lamongan yang menjadikannya sebagai terbesar di provinsi setempat dengan kapasitas pengolahan sampah hingga 60 ton per hari. “Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik inisiatif dan kolaborasi yang dibangun,” ujarnya di sela menyaksikan peresmian TPST Samtaku Lamongan melalui daring di Surabaya.

Orang nomor dua di Pemprov Jatim itu berharap TPST yang merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai unsur pemerintah, swasta dan masyarakat tersebut dapat menjalankan penanganan sampah plastik dengan baik.

Sementara itu, TPST Samtaku Lamongan berlokasi di Desa Banjarmendalan, Kabupaten Lamongan, tepat di pesisir pantai utara Provinsi Jawa Timur.

Pembangunannya berasal dari kolaborasi berbagai pihak, yakni Danone-AQUA bekerja sama dengan Pemkab Lamongan selaku pemegang kebijakan dan penyedia lahan, serta menyiapkan infrastruktur pengolah sampah sebagai upaya pengelolaan terintegrasi.

Kolaborasi dengan PT Reciki Solusi Indonesia dalam operasional sehari-hari TPST Samtaku Lamongan. “Kami sangat berbangga TPST Samtaku Lamongan dapat menjadi terbesar di Jatim. Ini juga upaya mewujudkan Zero Waste to Landfill atau nol sampah yang masuk ke TPA,” kata Sustainable Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo.

Dengan kemampuan mengolah sampah 60 ton per hari, kata dia, TPST merupakan perwujudan ambisi #BijakBerplastik yang dicanangkan Danone-AQUA untuk mendukung komitmen Pemerintah Indonesia mengurangi sampah plastik yang masuk ke laut hingga 70 persen.

Dalam masa percobaan operasional yang berlangsung sejak Maret hingga November 2020, TPST Samtaku Lamongan mengolah 3.950 ton sampah, yang 20 persennya adalah sampah plastik.

CEO PT Reciki Solusi Indonesia Bhima Aries Diyanto menyampaikan TPST Samtaku Lamongan menggabungkan metode pemilahan manual dan mekanis, menggunakan mesin khusus yang dapat memisahkan sampah sulit terurai bernilai ekonomis dari sampah mudah terurai hingga 95 persen. “Termasuk mereduksi sampah yang masuk ke TPA hingga 70 persen,” tuturnya. (tok/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar