Politik Pemerintahan

Wabup Pamekasan Temui Massa Warga Pamaroh

Pamekasan (beritajatim.com) – Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e menemui ratusan masyarakat Desa Pamaroh, Kecamatan Kadur, yang berunjuk rasa seputar persoalan pilkades di depan Kantor Pemda Setempat, Jl Kabupaten 107 Pamekasan, Senin (30/9/2019).

Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan, Totok Hartono bersama jajaran terkait dengan pengawalan ketat aparat keamanan dari jajaran personil Polres Pamekasan.

Ia berada tepat di depan massa yang tengah meminta keadilan seputar pelaksanaan pilkades Pamaroh, salah satunya berupa tuntutan mendiskualifikasi colon kepala desa (cakades) nomor 3 atas nama Asy’ari yang notabene cakades imcumbent dan pemenang pelaksanaan pilkades dengan torehan sebanyak 1.783 suara.

“Kami sudah memanggil dan mendengarkan aspirasi dari berbagai pihak, khususnya di Desa Pamaroh, Kecamatan Kadur. Bahkan sampai suwan ke beberapa tokoh masyarakat di Pamaroh,” kata Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e di hadapan ratusan massa Desa Pamaroh, Kadur.

Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah mengambil keputusan terkait sengketa Pilkades Pamaroh, dengan tetap mengambil keputusan seperti hasil pelaksanaan pilkades. “Jadi kami mengambil keputusan sesuai dengan regulasi dan perundang-undangan yang berlaku,” ungkapnya.

“Jika ada pihak yang belum puas terhadap berbagai keputusan ini, silahkan mengambil jalur hukum sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku,” pungkas wabup muda yang berpasangan dengan bupati muda, Badrut Tamam.

Hanya saja, pernyataan Wabup Raja’e mendapat penolakan dari massa yang notabene masyarakat Desa Pamaroh, Kadur, pendukung cakades nomor 1, Afif Amrullah. “Kalau seperti ini sama halnya bohong, bagaimana bisa permasalahan diputuskan tanpa mendengarkan aspirasi kami. Kami akan duduki kantor ini,” teriak salah satu massa.

Pilkades Pamaroh, Kadur, diikuti sebanyak tiga cakades dengan total sebanyak 3.619 orang yang terdaftar sebagai pemilih. Dari jumlah tersebut tercatat sebanyak 1.777 suara untuk cakades nomor urut 1, sebanyak 57 suara untuk cakades nomor urut 2 dan sebanyak 1.783 suara untuk cakades nomor 3.

Namun dari total suara tersebut tercatat sebanyak 20 suara dinyatakan tidak sah, dari total keseluruhan sebanyak 3.637 suara. Namun hasil ceklist pemilih yang hadir dan dicocokkan dengan surat undangan klop sebanyak 3.619 suara, anehnya penghitungan di plano keluar angka sebanyak 3.637 suara atau lebih 18 suara dari total pemilih. [pin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar