Politik Pemerintahan

Wabup Muqiet Bertemu Cawabup Jember Terpilih Bahas Birokrasi

Jember (beritajatim.com) – Wakil Bupati Abdul Muqiet Arief bertemu dengan Muhammad Balya Firjaun Barlaman, calon wakil bupati terpilih, di Pondok Pesantren Ash Ashiddiqi Putra, Sabtu (26/12/2020) malam.

Muqiet mengatakan, pertemuan itu silaturahmi biasa. “Beliau ingin ketemu dan saya kebetulan kosong, jadi saya ke sana,” katanya tertawa, Minggu (27/12/2020).

Dalam pertemuan itu, Muqiet menyebutnya sebagai pembagian tongkat estafet kepemimpinan. “Beliau tanya-tanya tentang KSOTK (Kedudukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja) dan sumber daya manusia di lingkungan Pemkab Jember. Saya jelaskan secara umum SDM di Pemkab sangat mumpuni. Mereka sudah senior, tinggal merajut menjadi kekuatan,” katanya.

Salah satu sumber beritajatim.com yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan, lima orang aparatur sipil negara (ASN) yang dianggap membangkang terhadap Muqiet juga sempat disinggung. Ditanya soal itu, Muqiet mengatakan, mungkin Firjaun sudah tahu mengenai hal tersebut.

“Saya cuma lebih menekankan arahan dari Dirjen (Direktorat Jenderal Kementeian Dalam Negeri) dan KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara) bahwa dalam penempatan pejabat betul-betul memperhatikan tingkat profesionalisme kepegawaian dan sistem meritnya. Bahwa ada di internal seperti itu, kayaknya beliau sudah tahu,” kata Muqiet.

Firjaun minta saran kepada Muqiet soal komunikasi antara bupati dan wakil bupati. “Saran saya, seawal mungkin ada komunikasi dan kesepakatan-kesepakatran meski itu tidak harus hitam di atas putih,” kata Muqiet.

Masa jabatan bupati dan wakil bupati Jember nantinya hanya 3,5 tahun. “Seawal mungkin Gus Firjaun dan Pak Hendy secara terbuka membina keharmonisan, sehingga mungkin pada pilkada berikutnya tetap berpasangan. Karena tidak tertutup kemungkinan nanti di tengah jalan ada pendukung Gus Firjaun yang ngilik-ngilik agar maju sendiri dalam pilkada,” kata Muqiet.

“Tadi Gus Firjaun mengatakan, benar-benar akan selektif dalam penempatan pejabat. Betul-betul loyal kepada pekerjaan, loyal kepada pimpinan, loyal kepada bupati dan wakil bupati. Loyal kepada satu paket,” kata Muqiet. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar