Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Wabup Mojokerto Kunjungi Korban Pencabulan 2 Kakek

Mojokerto (Beritajatim.com) – Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto, Muhammad Al Barra bersama Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Albarra mengunjungi korban persetubuhan di Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Gadis berusia 15 tahun, berinisial PDW mendapat atensi serius dari Gus Barra (sapaan akrab, red).

“Ini harus menjadi perhatian kita semua, seluruh pemegang pucuk pimpinan Kabupaten Mojokerto. Bagaimana jiwa kita tidak terganggu jika ada masyarakat kita yang mengalami kondisi yang seperti ini, makan saja susah, mencari kehidupan untuk besok saja susah, tidur pun tidak layak,” ungkapnya, Selasa (21/9/2021).

Putra Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Amantul Ummah, KH Asep Syaifudin Chalim ini, mengaku turut prihatin atas kondisi kehidupan korban hanya tinggal bersama sangat nenek, Alfiyah (60). Keduanya tinggal di sebuah rumah kecil di salah satu desa di Kecamatan Dlanggu yang tidak layak huni.

“Guncangan psikis akibat pelecehan seksual yang seharusnya tidak dia alami di umur yang masih 15 tahun, menambah beban keduanya. Kalau bukan pemerintah siapa lagi yang memberikan jaminan kehidupan, pelayanan dan perlindungan hukum untuk korban dan keluarganya? Dari kecil dia (korban) sudah ditinggal orang tuanya,” katanya.

Secara pribadi, Gus Barra memberikan bantuan berupa uang tunai dan beras 10 karung. Selain itu, Gus Barra berharap korban dipindahkan ke rumah yang lebih representatif. Gus Barra berjanji akan membayar biaya kontrakan untuk keduanya, termasuk biasa persalinan korban yang hamil lima bulan.


“Untuk perkembangan kasusnya saya masih belum tahu, tapi saya akan menanyakan kepada penegak hukum agar korban mendapatkan keadilan dan pelaku juga harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Apa gunanya hukum kalau yang melakukan perbuatan seperti itu bebas berkeliaran,” tegasnya.

Atas kondisi yang dialami korban, tegas Gus Barra, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto harus hadir memberikan bantuan dan pendampingan. Usai dikunjungi Gus Barra dan istri, korban didampingi oleh Bidan Puskesmas setempat untuk mengecek kondisi kesehatan korban dan kandungan.

Sebelumnya, Polres Mojokerto menetapkan dua orang kakek dalam kasus pencabulan dan pemerkosaan pada, Jumat (16/7/2021). Keduanya terbukti melakukan aksi pencabulan dan pemerkosaan terhadap seorang pelajar yang merupakan tetangga kedua tersangka.

Kedua tersangka yakni, Pujiono (57) dan Wuliyono (65) warga Desa Sumbersono, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Sementara korban berinisial PDW (15) yang merupakan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang merupakan tetangga tersangka.

Aksi pencabulan dan pemerkosaan tersebut dilakukan kedua tersangka dalam waktu dan lokasi yang berbeda. Setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan serta meminta keterangan sejumlah saksi, akhirnya Satreskrim Polres Mojokerto menetapkan tersangka.

Aksi bejat kedua tersangka dilakukan sekitar bulan April 2021 lalu. Tersangka Wuliyono melakukan aksi bejatnya di ladang tebu dan memberikan uang Rp20 ribu kepada korban, sementara tersangka Pujiono melakukan aksi bejatnya ke rumah kosong dan memberikan uang Rp50 ribu. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar