Politik Pemerintahan

Wabup Mojokerto: Anak Harus Jadi Pelopor dan Pelapor

Mojokerto (beritajatim.com) – Anak harus bisa menjadi seorang Pelopor dan Pelapor (2P) atas pemenuhan hak-haknya serta berhak bersuara maupun didengar pendapatnya. Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, saat mengukuhkan Forum Anak Majapahit Periode 2019-2021.

Pengkukuhan tersebut dalam rangka kegiatan operasional pengembangan Kabupaten Layak Anak (KLA) yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2). Acara digelar di Pendopo Graha Majatama Pemkab setempat.

“Pelopor berarti menjadi agen perubahan. Aktif berkegiatan yang positif, dan inspiratif. Sedangkan Pelapor yakni aktif berpendapat/pandangan, jika mengalami atau melihat tidak terpenuhinya hak perlindungan anak pada lingkungan masing-masing,” ungkapnya, Kamis (11/4/2019).

Forum Anak Majapahit, tambah Wakil Bupati, bisa diibaratkan sebagai ‘DPR’ khusus bagi mereka. Semua isu-isu penting dan terkini seputar dunia anak juga dipikirkan betul. Memasuki era digital, tak lupa Wakil Bupati berpesan pada generasi anak dan remaja untuk bisa memfilter berita yang beredar. Khususnya dari media sosial yang sangat massive.

“Peredaran narkoba yang banyak menyasar generasi muda, stop pernikahan dini, dan yang paling hangat yakni status sebagai pemilih pemula pada Pemilu April 2019 ini. Predikat Kabupaten Layak Anak telah kita kantongi. Anak-anak yang berada di forum ini adalah penyambung lidah untuk kalangan mereka, ibaratnya seperti DPR,” katanya.

Masih kata Wakil Bupati, banyak hal yang harus dipikirkan dan dicari solusinya. Mulai dari peredaran narkoba, pernikahan dini, menangkal hoax, dan memfilter produk berita yang beredar di media sosial.

Sementara itu, Kepala DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto, Joedha Hadi yang diwakili Kabid Pemberdayan Perempuan DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto, Sriati Murwaningsih mengatakan, Forum Anak Majapahit berdiri sebagai sebuah media komunikasi aspirasi anak.

“Dalam forum ini, apa yang diaspirasikan anak akan sampai pada Pemkab maupun pihak terkait. Anggota forum ini akan menjadi pendengar dan penyalur aspirasi anak se-Kabupaten Mojokerto. Terpenuhinya hak partisipasi anak, memang dinilai mampu memberi dampak positif bagi proses tumbuh kembang mereka,” tuturnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar