Politik Pemerintahan

Wabup Jember Akui Pemerintahan Daerah Agak Vakum

Wakil Bupati Jember Abdul Muqiet Arief (foto: Oryza A. Wirawan)

Jember (beritajatim.com) – Wakil Bupati Abdul Muqiet Arief sudah menyampaikan semua persoalan yang tengah terjadi di tubuh birokrasi Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pusat.

“Kami selalu dimintai informasi perkembangan yang terjadi di lapangan. Termasuk kami kemarin juga dimintai informasi bagaimana jalannya pemerintahan di Kabupaten Jember. Saya sampaikan apa adanya bahwa ya seperti agak vukum, karena misalnya ada satu instansi yang dipimpin dua kepala dinas,” kata Muqiet, Selasa (12/1/2021).

Muqiet juga menyampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri bahwa masalah birokrasi ini juga menjadi perhatian masyarakat luas hingga tingkat kampung. Ini terlihat dari aksi unjuk rasa yang terjadi beberapa waktu lalu dengan melibatkan ribuan warga desa. “Dan ini terus seiring dengan akses media sosial. Saya berharap segera ada solusi, dan memang satu-satunya memang arahan pemerintah provinsi dan pusat,” katanya.

Muqiet berharap kepada Bupati Faida yang dalam hitungan hari akan mengakhiri kekuasaan dan digantikan calon bupati terpilih. “Marilah kita melakukan hal-hal sesuai peraturan perundangan yang ada, dan ketika akan memutuskan, libatkan semua. Ajak rembuk Pak Sekda (Sekretaris Daerah), Kabag Hukum. Di sini ada pejabat-pejabat, ajaklah rembuk, sehingga apa yang diputuskan bisa diterima semua pihak,” katanya.

“Selain mengikuti peraturan dan perundangan yang ada, saya berharap sebetulnya untuk menghindari kebijakan yang kontroversial. Kegaduhan yang terjadi seperti itu. Beliau (Bupati Faida) sempat menyampaikan bahwa ada keinginan melakukan yang terbaik pada saat terakhir. Saya katakan monggo, itu bagus,” kata Muqiet. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar