Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Wabah PMK di Kabupaten Pasuruan Meluas, Terbanyak di Prigen 250 Sapi Ternak

Pasuruan (beritajatim.com) – Wabah penyakit kulit dan kuku di Kabupaten Pasuruan semakin meluas. Pasalnya terdapat 296 ekor sapi yang terjangkit wabah PMK.

Sebanyak 296 ekor sapi tersebut tersebar di empat Kecamatan, Kabupaten Pasuruan. Terdapat 250 ekor sapi potong di wilayah Kecamatan Prigen, 21 ekor sapi perah dan sapi potong di Kecamatan Lumbang, 19 ekor sapi potong di Kecamatan Purwosari dan 6 sapi perah di Kecamatan Lekok.

Meski semakin meluasnya wabah PMK, namun tidak ada laporan ternak di Kabupaten Pasuruan yang mati akibat PMK. Kata Gus Irsyad, dari 296 ekor sapi sakit, 81 ekor diantaranya sudah sembuh, sedangkan 215 ekor lainnya masih dalam pengobatan.

“Hari ini saya umumkan bahwa jumlah sapi di Kabupaten Pasuruan yang terjangkit PMK semakin banyak. Total ada 296 ekor yang sakit, tapi 81 ekor diantaranya sudah sembuh dan sisanya masih diobati. Dan saya tegaskan tidak ada 1 ekor sapi pun yang mati, semuanya dalam tahap penyembuhan,” kata Gus Irsyad.

Semakin meluasnya penyebaran PMK di Kabupaten Pasuruan disebabkan beberapa hal. Diantaranya masih ditemukannya lalu lintas ternak dari daerah lain yang masuk ke Kabupaten Pasuruan.

Selain itu, berdasarkan hasil tracing dan tracking, petugas menemukan adanya sisa pakan dari ternak yang sakit diberikan kepada ternak yang sehat. Hal ini mengakibatkan penularan secara otomatis terhadap sapi ternak yang sehat.

“Masih banyak ternak yang dijual atau dibeli dari daerah wabah di Jawa Timur yang masuk ke Kabupaten Pasuruan. Jadi potensi penularannya juga tinggi. Selain itu, masih banyak ditemukan sisa pakan ternak yang sakit kemudian diberikan kepada ternak yang sehat, dan ini bisa menjadi media penularan PMK,” terangnya.

Gus Irsyad menghimbau kepada masyarakat agar menahan pembelian hewan ternak dari luar daerah. Sebaliknya, seluruh pegawai, dokter hewan, petugas kesehatan hewan yang berada di naungan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dikerahkan untuk membantu warga yang punya ternak sapi, domba dan sejenisnya. Mulai dari penyemprotan desinfektan di sekitar kandang ternak, pengobatan ternak, isolasi dan melokalisir ternak, pemberian vitamin hingga sosialisasi ke 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan.

“Saya juga sudah buat Surat Edaran untuk semua petugas sampai masyarakat. Ayo kita selamatkan ternak kita, tapi juga saya minta masyarakat menahan diri untuk tidak melakukan jual beli ternak ke luar atau masuk ke Kabupaten Pasuruan. Tidak ada transaksi antar kandang. Pakannya jangan dicampur dari yang sakit diberikan ke yang sehat, dan kami siap membantu sepenuhnya,” himbaunya. (ada/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar