Politik Pemerintahan

Visi Misi Whisnu Sakti Buana Dapat Apresiasi

Surabaya (beritajatim.com) – Dalam kaitan Pilwali Surabaya, visi misi yang dimiliki oleh para kontestan merupakan salah satu hal penting. Hal itu, Direktur Surabaya Survey Center (SSC) Mochtar W. Oetomo mengapresiasi langkah Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana.

“Apa yang dilakukan oleh Pak WS sangat layak untuk diapresiasi. Surabaya ini kota besar. Maka, visi dan misi merupakan hal penting bagi masyarakatnya untuk kelak menentukan pilihan mereka di Pilwali,” kata Mochtar.

Secara umum, Ia pun menilai jika visi dan misi yang dipaparkan oleh Whisnu Sakti Buana sangat tepat untuk diterapkan di Kota Surabaya. “Saya lihat Beliau mengisi ya,” ujarnya.

“Mengisi bagaimana, Kota Surabaya ini kan pembangunannya dipondasi oleh Bambang DH, lalu dibangun oleh Bu Risma. Ke depannya, Pak WS mencoba untuk mengisi hal-hal yang sudah dilakukan oleh dua orang itu,” tambah Mochtar.

Meskipun demikian, Mochtar pun memiliki catatan penting terkait visi dan misi yang dimiliki oleh Whisnu Sakti Buana. Masyarakat luas harus bisa menerima akses informasi itu melalui berbagai jenis media.

“Tidak cukup hanya melalui media mainstream saja. Mereka harus bisa menerima informasi terkait visi misi itu dari mana saja. Ibarat rumah, meskipun isinya bagus sekali, tentunya kan harus diinformasikan agar publik bisa melihat,” pungkas Mochtar.

Sebagai informasi, selain memastikan diri melanjutkan pembangunan, beberapa waktu lalu Whisnu Sakti Buana juga memaparkan terkait pemerataan ekonomi dan juga transportasi massal yang selama ini menjadi permasalahan di Surabaya. “Pondasi pembangunan di Surabaya diawali oleh Pak Bambang DH kemudian dilanjutkan oleh Bu Risma. Saya siap mengisi apa yang sudah dilakukan oleh dua kader PDIP itu,” ujar Whisnu Sakti.

“Alokasi anggaran 50-100 juta per RT akan kita wujudkan demi pemerataan pembangunan infrastruktur, SDM, dan ekonomi. Pusat-pusat pertumbuhan ekonomo baru melalui destinasi wisata akan kita bangun. Sudah mulai juga kita buat perencanaan terkait subway sebagai sistem transportasi massal yang modern dan ramah lingkungan. Subway itu untuk kawasan utara hingga selatan. Sedangkan untuk kawasan timur ke barat, kita buat perencanaan untuk monorail. Ini penting demi pemantapan Surabaya sebagai pusat perdagangan barang dan jasa di tingkat regional hingga global,” pungkas Whisnu Sakti. [ifw/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar