Politik Pemerintahan

Viral, Video Warga Jember Protes Bupati Faida

Jember (beritajatim.com) – Sebuah video adegan warga tengah memprotes Bupati Faida menjadi viral di media sosial. Warga mempertanyakan bantuan sosial yang tidak tepat sasaran.

Berdasarkan penelusuran beritajatim.com, video tersebut diambil di Pondok Pesantren Riyadus Solihin, Lingkungan Pattimura, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (23/5/2020) pagi. Saat itu, Bupati Faida tengah memberikan bantuan sembako dan uang untuk santri yang tidak pulang kampung.

Video itu berdurasi satu menit 41 detik. “Kami merasa ada ketidakadilan yang terjadi di masyarakat,” terdengar suara pria di video itu.

Faida mengatakan, pengurus RT dan RW punya akses untuk mengusulkan nama-nama warga miskin yang berhak menerima bantuan. Namun pria itu mengatakan, bahwa ada warga miskin yang tidak dapat. “Kami sudah sangat berbuat. Ini hanya masukan, karena Panjenengan pimpinan, kami memberikan masukan,” katanya.

“Kita semua akan menghadapi berbagai macam masalah. Dilarang ngomeli pekerjaan orang lain, apakah itu pekerjaan surveyor tahun 2011 atau…,” kata Faida.

“Tapi apakah kritik itu bagian dari ngomel, Bu?” tanya lelaki itu.

“Tidak boleh,” kata Faida.

“Mengkritik kinerja masa tidak boleh,” tanya suara laki-laki itu.

“Tidak boleh,” kata Faida lagi.

“Uh, payah kalau begitu, Bu” kata laki-laki itu.

“Sekarang, biarkan pekerjaan orang yang lama. Kita konsentrasi pada pekerjaan kita,” kata Faida.

“Karena kita RT-RW siap dikritik oleh masyarakat,” kata lelaki itu.

“Pekerjaan kita sekarang memperbaiki data, menyampaikan laporan kalau ada yang tidak tepat. Tidak usah ngomeli pekerjaan orang-orang yang dulu. Kita konsentrasi pada pekerjaan kita sekarang,” kata Faida.

“Ya berarti tidak boleh mengkritik sudah. Diam saja sudah,” kata lelaki itu.

“Bukan diam, tapi langsung ditindaklanjuti,” kata Faida.

“Terima kasih, Bu atas bantuannya. Mohon maaf kalau kita mengkritik,” kata lelaki itu.

“Saya tidak mendukung mengkritik pekerjaan orang lama. Pekerjaan orang lama juga berkeringat. Kalau dia ada yang kurang, ada yang salah, kita sekarang yang baru yang memperbaiki,” kata Faida.

Sementara itu berdasarkan penelusuran beritajatim.com, pria yang protes dalam dialog itu adalah Ketua Rukun Warga (RW) 028 Agus Sumardiono. Saat itu, ada Ketua RT bernama Fatmawati menanyakan soal warga miskin yang luput dari pendataan penerima bantuan sosial. “Warga itu hidup sebatang kara dan untuk makan saja dibantu tetangga sekitar,” kata Agus.

Saat itulah, menurut Agus, timbul perdebatan kecil. “Maksud Bu RT dan pengurus, kami ingin mencurahkan isi hati saat ketemu pimpinan. Setidaknya ada respons atau tindaklanjutnya,” katanya.

Agus kecewa dengan respons Bupati Faida. “Kurang pas, ketika ada rakyat mencurahkan isi hati, berkeluh kesah, dan memberikan masukan, jawaban pimpinan seperti itu. Seharusnya, pemimpin menerima masukan dan kritik dari masyarakat. Apalagi kritik bersifat membangun. Ibu RT ini kan membantu pemerintah, memberikan informasi bahwa ada masyarakat yang luput dari pendataan,” katanya.

Ketua Dinas Komunikasi dan Informatika Jember Gatot Triyono tidak berkomentar soal video itu. “Saya belum tahu,” katanya. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar