Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Viral Video Suruh Kades Curi Sapi Warga, Camat Batang-Batang Sumenep Mundur dari Jabatannya

Sumenep (beritajatim.com) – Camat Batang-batang, Kabupaten Sumenep, Joko Suwarno akhirnya menyatakan mundur dari jabatannya. Pengunduran diri itu sebagai buntut dari kecaman berbagai pihak terhadap pernyataan camat dalam sebuah video yang meminta agar kepala desa (kades) mencuri sapi warganya yang menolak divaksin. Pernyataan kontroversi itu berbuah unjuk rasa di kantor Kecamatan Batang-batang maupun di Kantor Bupati. Aksi demonstrasi nyaris setiap hari digelar berbagai elemen masyarakat.

Pengunduran diri Camat Batang-batang tersebut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep, Abd. Madjid, usai menemui pengunjuk rasa di depan kantor Bupati, Senin (23/08/2021).

“Rabu lalu, BKPSDM dan Inspektorat telah memanggil Camat Batang-Batang untuk dimintai klarifikasi. Dua hari setelah itu, yakni Jumat (20/08/2021), Pak Camat telah mengajukan surat pernyataan pengunduran diri,” terangnya.

Sesuai Peraturan Bupati (Perbub) nomor 31 tahun 2017, Majelis kode etik PNS yang diketuai oleh Sekdakab Sumenep, Kepala BKPSDM selaku sekretaris, dengan anggota Inspektorat, Bagian Hukum, dan Bagian Organisasi, telah mengkaji dan membahas kasus pernyataan Camat yang viral dalam sebuah potongan video.

“Saat ini kami, majelis kode etik PNS masih dalam proses pembahasan masalah itu. Nanti akan ditindaklanjuti dengan keputusan Bupati, apakah yang bersangkutan melanggar kode etik PNS atau tidak,” ujarnya.

Madjid menjelaskan, karena yang bersangkutan sudah mundur dari jabatannya sebagai camat, berarti berubah menjadi staf. Namun kepastian akan menjadi staf dimana, nantinya akan ditentukan oleh tim penilaian kinerja. Sambil menunggu keputusan majelis kode etik terhadap persoalan tersebut.

“Keputusan untuk mundur itu berarti yang bersangkutan peka dan gentleman. Seorang pejabat memang harus berani mengakui kesalahannya dengan mengundurkan diri dari jabatannya,” tandasnya.

Sedangkan untuk posisi Camat Batang-Batang, sementara akan diisi oleh pelaksanan tugas (Plt) sampai ada pelantikan, diperkirakan pada akhir Agustus.

Sebelumnya, ramai beredar sebuah video melalui platform WhatsApp, dalam video berdurasi 30 detik tersebut, Camat Batang-batang duduk bersama Kapolsek dan Danramil setempat serta tokoh masyarakat. Di belakang mereka terlihat banner bertuliskan Rapat Koordinasi Kecamatan Batang-batang, yang menunjukkan para pejabat di jajaran Forpimka setempat tengah berada dalam forum rakor.

Video dengan campuran Bahasa Madura dan Bahasa Indonesia tersebut mendadak viral karena ada pernyataan Camat yang dinilai provokatif. Bahkan Camat dengan terang-terangan membawa nama Bupati yang seolah-olah menyuruh kepala desa mencuri sapi.

“Kelebunnya takut dengan masyarakat. Tako’ ta’ epele pole 2025 atau 2026. Itu kan masih lama. Kelebun punya kartu as. Punya (kartu) sakte. Keco’ sapena, cakna Bupati, sampe’ begitu. Keco’ sapena mon oreng se ta’ endha’ evaksin.”

(Kepala Desanya takut dengan masyarakat. Takut tidak dipilih lagi pada 2025 atau 2026. Itu kan masih lama. Kepala desa punya kartu As. Kartu sakti. Curi sapinya, kata Bupati. Sampek begitu. Curi sapinya kalau orang itu tidak mau divaksin)

“Dalam video itu, Camat mengatakan bahwa mencuri sapi itu adalah instruksi Bupati. Ini seakan ada instruksi hierarkis untuk mengintimidasi masyarakat. Karena itu, Bupati harus memberikan klarifikasi secara langsung,” tandasnya. (tem/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar