Politik Pemerintahan

Viral Video Rekom Mahal, PKS: Faida Tidak Pernah Daftar Minta Rekom

Ahmad Rusdan, Ketua Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Jember, Jawa Timur

Jember (beritajatim.com) – Ahmad Rusdan, Ketua Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Jember, Jawa Timur, tertawa saat ditanya mengenai pernyataan Bupati Faida soal mahalnya rekomendasi partai politik dalam pemilihan kepala daerah, dalam video yang tengah viral di media sosial.

“Faida tidak pernah mendaftar (sebagai bakal calon bupati Jember) di PKS, tidak bisa saling meminta dengan PKS, jadi saya tidak bisa berkomentar. Tidak usah dikomentari nek ngunu iku,” kata Rusdan tertawa, Rabu (2/9/2020).

Dalam video itu, Faida mengatakan, ada perebutan rekomendasi partai politik, sehingga dia pun akhirnya mencalokan diri kembali melalui jalur independen. Dia juga mengomentari soal harga rekomendasi partai yang mencapai miliaran rupiah dibandingkan dengan gaji bupati.

“Dan untuk itu saya pastikan, kalau dalam pilkada itu mencari rekom saja perlu uang bermiliar-miliar, sementara gajinya bupati semua orang tahu rata-rata Rp 6 juta, kalau toh ada insentif dan lain-lainnya, dengan biaya yang puluhan miliar itu, saya pastikan sulit untuk menjadi pemimpin yang tegak lurus,” kata Faida.

“Apabila mengawali pencalonan di pilkada dengan cara-cara yang kurang terhormat: membeli kesempatan, membayar kepercayaan, itu bukan suatu awalan yang baik dan saya meyakini tidak akan mendapat rido dari Allah SWT,” kata Faida.

Rusdan mengatakan, seharusnya Bupati Faida tidak berkomentar soal partai politik. “Kalau dia berangkat dari jalur independen, ngapain mengomentari partai,” katanya.

Rusdan mengingatkan, biaya pemenangan pilkada berbeda dengan mahar rekomendasi pencalonan. Pemenangan pilkada membutuhkan kerja banyak orang, baik relawan maupun mesin partai. “Kalau misalkan kita mau pasang baliho dan sebagainya, kita kan perlu bawa sepeda motor, pakai pikap, mendatangi pemilih dari rumah ke rumah. Tidak mungkin kosongan (tanpa biaya, red). Operasional di lapangan kan tidak sedikit. Siapa yang mau tidak dibayar (untuk bekerja),” katanya. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar