Politik Pemerintahan

Viral Video Bupati Soal Mahalnya Rekom Partai, Ini Tanggapan PAN

Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional Kabupaten Jember, Jawa Timur, menanggapi kalem pernyataan Bupati Faida soal mahalnya rekomendasi partai politik dalam pemilihan kepala daerah, dalam video yang tengah viral di medis sosial.

“Hari ini para pemilih sudah cerdas dan paham. PAN tidak perlu mengomentari terlalu jauh, karena pada dasarnya masyarakat sudah melek informasi,” kata Ketua DPD PAN Jember Lilik Ni’amah, Rabu (2/9/2020). PAN adalah salah satu dari empat partai yang mendukung pasangan Faida-Abdul Muqiet Arief dalam pilkada lima tahun lalu.

Dalam video itu, Faida mengakui bahwa semula tidak berencana mencalonkan diri kembali dalam pilkada tahun ini melalui jalur perseorangan. “Namun seperti biasa dinamika perebutan rekom, perjuangan untuk mendapatkan rekom, meskipun kita pernah berkontribusi kepada partai, kepada peningkatan suara, itu tidak otomatis lalu kita mendapatkan rekom kembali,” katanya.

Faida mengakui bahwa tidak mengeluarkan mahar untuk PDI Perjuangan dan Partai Nasdem yang mendukungnya dalam pilkada lima tahun lalu. Namun dia mengomentari soal harga rekomendasi partai yang mencapai miliaran rupiah dibandingkan dengan gaji bupati.

“Dan untuk itu saya pastikan, kalau dalam pilkada itu mencari rekom saja perlu uang bermiliar-miliar, sementara gajinya bupati semua orang tahu rata-rata Rp 6 juta, kalau toh ada insentif dan lain-lainnya, dengan biaya yang puluhan miliar itu, saya pastikan sulit untuk menjadi pemimpin yang tegak lurus.”

“Apabila mengawali pencalonan di pilkada dengan cara-cara yang kurang terhormat: membeli kesempatan, membayar kepercayaan, itu bukan suatu awalan yang baik dan saya meyakini tidak akan mendapat rido dari Allah SWT.”

Menanggapi itu, Lilik berkomentar singkat. “Mengenai gaji dan insentif bupati, kita semua sudah tahu berapa yang diterima. Kaitannya rekom partai dan komitmennya, tentu hanya yang bersangkutan yang tahu,” katanya.

Faida juga menyatakan, tidak membayar dalam memperoleh bukti dukungan masyarakat untuk mendaftarkan diri menjadi calon bupati perseorangan. Lilik juga tak banyak mengomentari. “Bagaimana hari ini beliau mendapatkan dukungan independen, beliau juga yang tahu. Tinggal masyarakat pemilih secara cerdas bisa menilai bagaimana yang terjadi di lapangan. PAN menyerahkan semuanya kepada pemilih untuk menentukan,” katanya. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar