Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Vihara Budhayana dan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa di Mojokerto Buka Dapur Umum

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat meninjau dapur umum yang dibuka oleh komunitas kuliner. [Foto: istimewa]

Mojokerto (Beritajatim.com) – Vihara Budhayana dan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa di Mojokerto membuka dapur umum. Dapur umum Gedongan Gang II Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini didirikan untuk warga yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Himbauan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari semangat untuk bergotong royong dalam menghadapi pandemi Covid-19 tidak sekedar menjadi sebuah imbauan semata. Vihara Budhayana yang dipimpin oleh Bhante Nyanasila bersama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa mewujudkannya dengan membuka dapur umum.

Warga Kota Mojokerto yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah menjadi sasaran dari dapur umum yang dibuka oleh komunitas kuliner tersebut. Ning Ita (sapaan akrab), meninjau dapur umum bersama Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP3A) Choirul Anwar dan Camat Magersari Modjari.


Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, turut menyempatkan diri untuk membantu mempersiapkan bahan masakan yang akan disajikan untuk warga yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah. Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita menyampaikan bahwa Kota Mojokerto masih berada dalam zona Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat level 4.

“Artinya angka keterpaparan masih cukup tinggi. Tingginya angka keterpaparan disebabkan beberapa hal, diantaranya adalah tingkat kepadatan penduduknya yang cukup tinggi serta Kota Mojokerto yang merupakan kota jasa yang memberikan pelayanan publik berbagai bidang kepada penduduk dari berbagai daerah,” ungkapnya, Senin (19/7/2021).

Disamping, lanjut Ketua Satuan Gugus Tugas (Satgas) Percepatan Penangganan Covid-19 Kota Mojokerto ini, tingkat ketaatan masyarakat atau kesadaran mereka untuk disiplin protokol kesehatan masih perlu untuk terus ditingkatkan. Ning Ita menambahkan, mayoritas yang terpapar Covid-19 di Kota Mojokerto adalah Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Namun masih malu untuk mengakui bahwa dirinya terpapar dan ini sangat berbahaya bagi keluarga, lingkungan serta orang-orang yang berinteraksi fisik. Dengan adanya komunitas kuliner yang membuka dapur umum ini, sangat membantu bagi Pemerintah Kota Mojokerto untuk bergotong-royong bersama-sama menurunkan angka kasus baru yang ada di Kota Mojokerto,” katanya.

Sementara itu, Bhante Nyanasila mengatakan, kegiatan tersebut sebagai bentuk kontribusi untuk membantu pemerintah. “Mencoba mengetuk orang yang terpapar untuk menjadi lebih terbuka, diawali dengan menawarkan makanan dan bertambah dengan permintaan obat-obatan serta konsultasi dokter yang jumlahnya semakin bertambah,” tegasnya. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar