Politik Pemerintahan

Vidcon dengan Jajaran Forkopimda Mojokerto Raya, Gubenur: 77 Orang Positif Covid-19

Jajaran Forkopimda Mojokerto Raya menggelar vidcon dengan Forkimda Jawa Timur. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Mojokerto Raya menggelar video conference (vidcon) dengan Forkimda Jawa Timur. Dalam vidcon, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengabarkan update terbaru terkait peta sebaran virus corona (Covid-19) di Jawa Timur per tanggal 28 Maret 2020 sebanyak 77 orang.

Kabar update terbaru peta sebaran Covid-19 tersebut disampaikan melalui vidcon yang disaksikan langsung oleh para kepala daerah Jawa Timur termasuk Bupati Mojokerto Pungkasiadi bersama jajaran serta unsur Forkopimda diantaranya Kapolres Mojokerto AKBP Feby DP dan Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto di aula Mapolres Mojokerto.

Sementara Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto dan Danrem 082 Mojokerto Kolonel Ruly Chandrayadi digelar di Aula Wira Pratama Polresta Mojokerto. Dalam vidcon, Gubernur mengatakan, berbagai hal yang terkait Covid-19 sebagai hal upaya operasi pressing dan penyiapan berbagai format sosial ekonomi terkait Covid-19.

“Kita semua sudah melakukan secara baik melalui gugus tugas maupun tim, terutama dari Dinkes dan berbagai RS baik RSUD maupun RS TNI-Polri. Hingga Sabtu (28/3/2020) pukul 16.00 WIB kemarin, sudah ada 77 warga Jawa Timur yang terinfeksi positif Covid-19,” ungkapnya, Minggu (28/3/2020).

Penyebaran Covid-19 yang sudah terkonfirmasi positif yaitu Kota Kediri satu orang, Kota Malang dua orang, Kabupaten Gresik dua orang, Kabupaten Sidoarjo sembilan orang, Kota Surabaya 40 orang. Kabupaten Magetan sembilan orang, Kabupaten Blitar satu orang, Kabupaten Jember satu orang, Kabupaten Kediri dua orang.

Kabupaten Situbondo dua orang, Kota Batu satu orang, Kabupaten Lumajang satu orang dan Kabupaten Malang lima orang. Total ada 77 orang yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Timur. Selanjutnya Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 4.568 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 307 orang di seluruh Jawa Timur.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan yang tergabung dalam video conference juga melaporkan angka persebaran Covid-19 di Jawa Timur yang menunjukkan kenaikan. “Kenaikan ODP di Jawa Timur berkisar rata-rata 100 orang. Kita terus tertibkan masyarakat untuk tidak berkerumun. Bagi yang tidak taat, kita tindak. Ini upaya kita memberikan rasa aman bagi masyarakat Jatim,” tegasnya.

Upaya penegakan tersebut, lanjut Kapolda, dimulai dari tingkat RT, RW sampai daerah. Semuanya harus satu suara, diam di rumah lebih baik karena virus corona tidak bisa dideteksi. Kapolda menjabarkan beberapa langkah pencegahan, terutama jelang bulan suci ramadan. Pihaknya telah menyiagakan Posko Siaga Covid-19 di titik-titik vital seperti terminal.

“Posko Siaga Covid-19 didirikan untuk memantau kedatangan masyarakat dari luar wilayah yang masuk Jawa Timur. Kepada masyarakat, agar menaati himbauan pemerintah. Aturan agar mengurangi aktivitas luar kawasan itu memang sangat penting. Langkah terpadu juga kami lakukan. Akan ada personil yang ikut menjaga. Tempat ibadah seperti masjid, gereja dan lainnya juga harus ikut melaksanakan imbauan pemerintah,” tambahnya.

Pangdam V/Brawijaya, TNI R Wisnoe Prasetja Boedi menekankan pentingnya partisipasi seluruh warga masyarakat untuk ikut berperang bersama melawan Covid-19. Pangdam menyatakan bahwa jajaran TNI, Polri, Babinsa, Babinkamtibmas bila diperlukan dapat melakukan imbauan door to door untuk menertibkan masyarakat agar taat aturan.

“Kalau sudah sadar pasti menjaga supaya tak tertular. Kita semua pasti tahu penularan Covid-19 itu sangat rentan. Hanya melalui droplet atau percikan cairan dari penderita seperti bersin dan batuk saja, sudah berpotensi untuk menularkan virus. Artinya, masyarakat juga harus ikut aktif berpartisipasi melawan ini,” tegasnya.

Bahwa virus yang dibawa manusia bukan virus dari Indonesia melainkan virus dari luar negeri yang dibawa orang tersebut yang datang atau pindah ke Indonesia. Menurutnya, meski dari pintu keluar masuk bandara maupun terminal sudah dilaksanakan pengecekan tapi tidak menutup kemungkinan membawa virus corona tersebut.

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Pungkasiadi menegaskan, jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto juga akan tetap konsisten melawan Covid-19. “Hari Senin, Pak Kapolres melakukan penyemprotan. Selanjutnya hari Selasa, kita lanjutkan penyemprotan ke kampung-kampung secara masif bersama Forkopimda untuk memutus sebaran Covid-19,” pungkasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar