Politik Pemerintahan

Verifikasi Ulang Penerima Bansos di Surabaya Ditarget Rampung dalam 2 Hari

Surabaya (beritajatim.com) – Distribusi Bansos Covid-19 di Surabaya masih menjadi persoalan. Ketidaksesuaian data MBR sebagai penerima membuat bantuan sembako yang sudah didatangkan akhirnya tertimbun di kelurahan. Hal tersebut menjadi temuan saat Wakil Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana menyidak beberapa kantor Kelurahan di Surabaya. Diantaranya, Kelurahan Kedungdoro, Pagesangan dan Kebonsari Surabaya. Sedianya pengurus RT dan RW sudah melakukan proses verifikasi ulang.

Namun, kendalanya ketika data tersebut diinput secara online ternyata tidak maksimal. “Kami kesulitan memasukan. Bahkan datanya yang sudah masuk ternyata tidak ada dipapan pengumuman,” terang Ketua RW II Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Jambangan Surabaya, Ahmad Imron.

Aplikasi MBR Online merupakan program yang digagas oleh Bappeko Surabaya dalam melakukan pendataan bagi MBR secara digital. Selain MBR, pendataan warga untuk SKM (Surat Keterangan Miskin) online dan SKBK (Surat Keterangan Bantuan Kesehatan) online kepada Ketua RW dan LPMK se-Surabaya, juga dilakukan.

Imron menjelaskan, dengan persoalan data ini akhirnya banyak bantuan yang menumpuk di Kecamatan dan Kelurahan. “Iya. Ini tertahan di Kecamatan, kemudian di kelurahan. Sudah lama, akhirnya kami yang membagikan juga harus menunggu. Apalagi datanya banyak yang tidak sesuai,” ungkap dia.

Terpisah, Wawali Whisnu Sakti Buana menegaskan carut-marut ketidaksesuaian tengah dicarikan solusi. “Setelah Saya cek memang banyak data lama yang digunakan. Kalau begitu ya sudah diganti saja, nanti dibuatkan berita acaranya,” terang dia.

Whisnu yang juga Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Surabaya menjelaskan, persoalan pendataan MBR diakui menjadi temuan di sejumlah Kelurahan.

WS (Sapaan Whisnu Sakti Buana) meminta seluruh Kelurahan melakukan verifikasi ulang dibantu RT, dan jajaran Muspika setempat.”Saya rasa cepat kok. Tinggal diganti dibuat berita acaranya dua hari bisa selesai. Nanti mengetahui Lurah dan Camat,” katanya.

Ia meminta proses verifikasi data harus selesai dalam pekan ini.”Jadi sebelum lebaran warga sudah harus menerima. Ini kasihan kalau tidak ada solusi, sementara warga dibawah sudah berteriak agar bantuan segera diberikan,” pungkas alumnus ITS Surabaya ini. [ifw/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar