Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Vaksinasi Lansia di Ponorogo Rendah, Sugiri Sancoko : Mereka Pilih Vaksin Sinovac

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kabupaten Ponorogo nampaknya harus bekerja keras supaya status PPKM-nya turun ke level 2. Pasalnya hingga kini, bumi reyog stagnan berada di level 3 beberapa minggu terakhir. Indikator penurunan level ini, salah satunya bergantung dengan capaian vaksinasi Covid-19.

Dara cakupan vaksinasi tertanggal 18 November 2021, vaksinasi dosis pertama di Ponorogo sudah mencapai 51,89 persen. Sedangkan untuk dosis kedua baru mencapai 36,24 persen. Sementara untuk turun ke PPKM level 2, vaksinasi disis pertama minimal mencapai 50 persen. Namun, dari jumlah itu vaksin lansia harus mencapai 40 persen. Sedangkan vaksinasi lansia di Ponorogo baru mencapai 22,71 persen untuk dosis pertama.

“Saat ini ada 30 ribu vaksin untuk lansia. Jadi kami memang mengejar agar lansia ini vaksinasinya bisa meningkat,” kata Bupati Sugiri Sancoko, Jumat (19/11/2021).

Sugiri Sancoko mengungkapkan problem yang mereka hadapi saat ini adalah menipisnya vaksin jenis Sinovac. Sementara para lansia ini, cenderung pilih-pilih vaksin. Dan para lansia ini pilih vaksin Sinovac. Dia malah sempat berfikir untuk menukar stok vaksin Moderna dan AstraZeneca dengan vaksin Sinovac tersebut.

“Gak gelem tenan (tidak mau), mungkin kena racun Sosmed barangkali. Para lansia hanya mau pakai Sinovac,” ungkapnya.

Dia berharap, minggu-minggu ini cakupan vaksinasi untuk lansia bisa lebih terangkat. Sebab, semua institusi berbondong-bondong ingin membantu untuk mempercepat capaian vaksinasi lansia.

Sugiri menyebut akan melakukan vaksinasi lansia ini, dipusatkan ditiap dusun. Satgas vaksin akan memprioritaskan lansia yang berada di sekitar kota. Yakni di Kecamatan Babadan, Jenangan, Jetis, Siman, Balong dan Kauman. Dia meminta semua orang saling membantu. “Dipusatkan satu tempat di dusun, tidak perlu ke rumah-rumah. Nanti anak muda dikerahkan untuk membantu bapak, ibu dan kakek neneknya untuk diantar melakukan vaksinasi,” pungkasnya. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati

Unik dan Lucu, Lomba Sugar Glider di Surabaya

Aryo Seno Bicara Organisasi Sayap PDI Perjuangan