Politik Pemerintahan

Usung Malang Jejeg, Sam HC: Terjadi Salah Kelola di Kabupaten Malang

Heri Cahyono

Malang (beritajatim.com) – Heri Cahyono memutuskan maju dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020 mendatang lewat jalur perseorangan. Arek Malang asli kelahiran Kasembon 12 Desember 1975 silam yang akrab disapa Sam Heri atau Sam HC ini, mengusung jargon Malang Jejeg.

Jalur independen dipilih Sam HC karena tak ingin melihat Kabupaten Malang, semakin terpuruk. Lewat gerakan moral yang timbul dari keprihatinan bersama warga Malang Raya pada umumnya dan masyarakat Kabupaten Malang khususnya, Malang Jejeg bagi Heri Cahyono merupakan spirit dan doa menjadikan Kabupaten Malang berdiri tegak dan lurus disegala bidang.

“Kabupaten Malang itu maknanya satata gama karta raharja. Yang artinya menata kesejahteraan untuk semua. Inilah cita-cita kami bersama tim di Malang Jejeg,” ungkap Sam HC, Jumat (8/11/2019) usai membuka Pra Konvensi mencari calon wakil Bupati Malang dari jalur perseorangan di Rumah Makan Bojana Puri, Kota Kepanjen.

Konvensi pertama jalur independen di tempat ini, akan digelar bulan secepatnya pada bulan Nopember 2019. Teknisnya, tim Malang Jejeg selaku penyelenggara konvensi, membuat dewan juri. Menghadirkan para panelis bagi siapapun yang ingin maju sebagai calon Wakil Bupati Malang mendampingi Sam HC.

Sam Heri mengklaim sudah memperoleh 200 ribu lebih KTP dukungan. Jumlah itu mencukupi sesuai persyaratan dari KPU yang mencapai angka 120 ribu atau 6,5 persen dari jumlah pemilih tetap nantinya.

Kata Sam Heri, dukungan pada dirinya melalui tim Malang Jejeg sudah terstruktur dan berjaringan hingga tingkat desa. Ditanya apakah tidak beralih ke jalur politik apabila ada parpol yang mengusung dirinya dalam Pilbup Malang 2020 nanti? “Ini sudah final. Kami akan maju dari jalur independen atau perseorangan. Tidak mungkin kita masuk parpol,” ujarnya.

Keikut sertaan Sam Heri dalam Pilkada, tergerak dari kondisi di Kabupaten Malang yang semakin terpuruk. Padahal, lanjutnya, ada banyak mutiara terpendam di Kabupaten Malang.

“Saya menyakini, Kabupaten Malang ini potensinya sangat besar. Hanya saja kita salah kelola. Dorongan untuk perbaikan inilah, saya ingin membawa Kabupaten Malang sejahtera. Dengan luasnya wilayah di Kabupaten Malang, harusnya kita menang dari Kota Batu yang terbilang kota kecil,” tegasnya.

Sam Heri menambahkan, kabupaten Malang ini sangat besar, tapi manajemennya sangat kecil. APBD 4,2 triliun seharusnya ditangani dengan benar. “Saya pingin membawa kabupaten Malang yang besar dengan manajemen yang besar. Manajemen besar bukan jumlah orangnya yang banyak. Tapi harus ada sistem dan sistem ini, bergerak by data. Kita buat big data khusus Kabupaten Malang yang bisa diakses siapapun,” pungkas Sam Heri, Pendiri Yayasan Kalasuba Indonesia serta Pemilik Sekolah Manajemen di Kasembon, Kabupaten Malang itu. (yog/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar