Politik Pemerintahan

Usir Paslon, Panwascam Banyuwangi Dapat Intimidasi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Usai memberikan peringatan kepada pasangan calon bupati Banyuwangi nomor urut 1 untuk meninggalkan kegiatan kampanye, petugas Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Genteng mendapat intimidasi dari pendukung dan simpatisan paslon. Petugas perempuan bernama Catur Mariyati itu dikejar dan mendapat perlakuan yang kurang baik.

Bahkan harus diamankan saat meninggalkan lokasi kampanye yang berada di RTH Maron, Kecamatan Genteng itu. Panwas perempuan ini bahkan terakhir mendapat ucapan oleh seseorang pria yang mengejarnya dengan perkataan “Pakai Otak”. Ini terbukti dari rekaman video kedua yang beredar berdurasi 3 detik.

Sebelumnya, dalam sebuah video yang beredar berdurasi 1.48 detik tampak adanya sebuah kegiatan kampanye yang digelar olah salah satu pasangan calon bupati Banyuwangi nomor urut 1. Tempat tersebut diduga berada di Ruang Terbuka HijauĀ  (RTH) Maron, Kecamatan Genteng.

Saat itu, satu orang dari petugas pengawas pemilu kecamatan (Panwascam) berdiri di atas podium. Petugas perempuan itu tampak meminta waktu untuk menghentikan acara kemudian memberikan imbauan.

“Kepada pak Yusuf untuk meninggalkan tempat ini, karena acara pentas seni termasuk yang dilarang. Tadi panitia sudah saya kasih SP (Surat Peringatan) loh ya. Monggo pak Michael,” kata panwas perempuan dalam video tersebut.

“Karena ini salah satu yang dilarang. Mohon bapak pengertiannya. Tunjukkan kalau paslon 1 bisa tertib,” tambahnya.

Sontak ucapan itu menyulut perhatian dan tindakan responsif dari para pendukung dan simpatisan. Bahkan mereka tampak mengerumuni perempuan tersebut.

Mereka juga meminta untuk turun dari podium. Menurut informasi, perempuan tersebut merupakan Ketua Panwascam Genteng bernama Catur Mariyati atau yang akrab disapa Camar.

Saat bersamaan, calon bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko hadir dan duduk berdampingan dengan Ketua Partai Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Haryanto.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Banyuwangi Hasyim Wahid, mengatakan agenda tersebut memang sebuah kegiatan kampanye yang telah berizin. Berdasarkan surat izin itu calon Bupati Banyuwangi, Yusuf Widiyatmoko memang dijadwalkan hadir.

Dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), kampanye yang mengundang massa seperti pementasan seni atau konser memang dilarang.

“Video tersebut terjadi Kecamatan Genteng, Selasa (10/11/2020). Setiap ada jadwal kampanye, kami selalu melakukan pengawasan. Apalagi kalau dihadiri banyak orang dan calon bupati atau wakil bupati,” kata Hasyim.

Terkait video tersebut, pihaknya tengah menerjunkan tim untuk melakukan investasi. “Tim sudah berada di Genteng untuk melakukan penelusuran dan investigasi, seperti apa kronologis kejadiannya,” pungkas Hasyim. (rin/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar