Politik Pemerintahan

Usai Vaksin, Wawali Kota Malang dan Juragan 99 Yakinkan Warga Tak Perlu Takut

Crazy Rich Malang, bos Juragan 99 Gilang Widya Pramana disuntik vaksin.

Malang (beritajatim.com) – Proses vaksinasi Covid-19 di Kota Malang dimulai. Sebanyak 12 orang mengikuti proses vaksinasi secara simbolis tahap pertama. Vaksinasi dilakukan di lantai 4 gedung mini block office Balaikota Malang, Kamis, 28 Januari 2021.

Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika menjadi yang pertama menerima vaksin ini. Kemudian diikuti Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko. Untuk urutan ketiga adalah Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang, Andi Dharmawangsa. Hingga urutan selanjutnya Crazy Rich Malang Gilang Widya Pramana.

Bos juragan 99 itu tampak santai saat namanya dipanggil sesuai nomor urut vaksinasi. Dia pun mengikuti prosedur vaksinasi dimulai dari pendaftaran, berlanjut ke observasi kesehatan, hinga naik ke atas panggung untuk disuntik Vaksin Sinovac Covid-19. Selanjutnya dia berjalan menuju petugas pencatatan.

“Aman dan baik-baik saja. Buat milenial tidak perlu takut untuk divaksin tujuannya agar imun normal ekonomi normal dan kembali beraktivitas. Setelah divaksin dapat surat telah divaksin nah itu bisa untuk syarat terbang tanpa harus rapid karena sudah di vaksin,” kata Gilang.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengatakan usai divaksin tubuhnya terasa hangat fase ini akan berjalan selama 30 menit. Dia pun mengajak masyarakat tidak perlu takut disuntik vaksin. Sebab, vaksin dijamin aman dan halal.

“Setelah dilakukan vaksin memang betul apa yang di sampaikan oleh paramedis, bahwa harus ada fase sekitar 30 menit. Karena memang ada badan terasa hangat dan terasa lah didalam tubuh. Kalau nanti ada agenda vaksin di masing wilayah. Maka masyarakat Malang bisa mengikuti dengan aman. Sebab vaksin ini sudah dijamin aman dan halal. Tadi malah disampaikan suci,” tandas Sofyan Edi.

Di Kota Malang fasilitas kesehatan (faskes) yang terdaftar untuk menjalankan vaksinasi ada 84 faskes yang terdiri dari 16 puskesmas, 25 rumah sakit, dan 43 klinik. Untuk vaksinatornya merupakan tenaga kesehatan yang pernah mengikuti pelatihan dari Kementrian Kesehatan.

Sedangkan untuk sasaran penerima vaksin tenaga kesehatan sampai saat ini ada 13.306 orang. Kemudian yang dilakukan verifikasi sampai 27 Januari 2021 ada 12.520 orang. Sementara vaksinasi yang dibutuhkan di Kota Malang sebanyak 25.040. Sampai saat ini telah dikirimkan dosis vaksin 10.240, kekurangan 15.800 akan dikirim oleh Pemrov Jatim setelah pencanangan. [luc/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar