Politik Pemerintahan

Usai Sembuh dari Covid-19, Gubernur Jatim Khofifah Tinjau Rumah Vaksin di Gresik

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kiri) didampingi Kadinkes Gresik drg Syaifuddin Ghozali menyaksikan vaksinasi di puskesmas alun-alun Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa langsung melakukan peninjauan rumah vaksin di RS Semen Gresik, usai dinyatakan sembuh dari Covid-19. Kunjungan ke daerah ini merupakan pertama kalinya, setelah orang nomor satu di Jatim itu melakukan isolasi mandiri selama 20 hari.

Di rumah vaksin RS Semen Gresik, Gubernur Khofifah didampingi oleh Wabup M.Qosim, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) drg Syaifuddin Ghozali, dan Dirut RS Semen Gresik dr Muchdor.

Selain meninjau rumak vaksin, Khofifah juga mendatangi Puskesmas Alun-Alun Kota Gresik. Di tempat tersebut, Gubernur Jatim ini melihat langsung masyarakat yang sedang menjalani vaksin. “Sesuai instruksi dari Presiden Jokowi kami diberi target 15 bulan untuk memenuhi kebutuhan vaksin terhadap masyarakat. Tapi, dari target itu kalau bisa 12 bulan sudah selesai. Kendati di Jatim vaksinasi baru dilakukan bulan,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (30/01/2021).

Khofifah menambahkan, untuk mempercepat vaksinasi ini memang ada beberapa kendala yang sangat teknis. Pasalnya, untuk melakukan vaksinasi terhadap masyarakat lebih rumit dibanding tenaga kesehatan (Nakes). “Karena yang divaksin masyarakat tentunya ada hal-hal teknis. Baik itu aksesnya, cara melakukan registrasi lalu form yang telah diisi datanya dikirim kemana. Hal ini berbeda dengan para nakes,” imbuhnya.

Untuk itu lanjut Khofifah, dirinya menghimbau kepada semua stakeholder untuk mensosialisasikan kepada masyarakat pentingnya vaksinasi guna mencegah penyebaran virus Covid-19. “Disini peran tokoh agama serta masyarakat sangat penting menjadi referensi mensosialisasikan vaksinasi,” tuturnya.

Sementara Kadinkes Gresik, drg Syaifuddin Ghozali menyatakan guna mempercepat vaksinasi terhadap masyarakat instansi menambah lagi fasilitas kesehatan (Faskes) dari semula 56 menjadi 100 faskes. Hal sama dilakukan pada vaksinator dari 277 menjadi 500 vaksinator. “Penambahan vaksinator tersebut diharapkan mempercepat vaksinasi terhadap masyarakat,” pungkasnya. [dny/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar