Politik Pemerintahan

Usai Peletakan Batu Pertama Program Retilahu, Bupati Mojokerto Panen Raya

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi panen raya di Desa Windurejo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Bersama Forkopimda, Bupati Mojokerto melakukan peletakan batu pertama program renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu) di Desa Kertosari, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Ada 300 rumah yang masuk program rutilahu 2020 ini.

Rutilahu adalah rumah yang memiliki kategori tertentu sesuai Permensos 20 Tahun 2017 tentang Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni dan Sarana Prasarana Lingkungan. Di Kecamatan Kutorejo terdata ada 15 rumah, sedang khusus di Desa Kertosari ada dua rumah yang mendapatkan program tersebut.

Sekedar diketahui, Desa Kertosari berstatus sebagai Kampung Tangguh serta memiliki Masjid Tangguh, juga mendapat bantuan logistik penanganan pandemi Covid-19 dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto.

Di Desa Kertosari, bantuan yang diserahkan berupa empat buah baju APD, 200 Kgmberas, 250 lembar masker kain, lima liter cairan disinfekten, lima liter hand sanitizer, lima liter sabun cuci tangan dan wastafel portable.

Selain itu, juga ada bantuan 250 Kg beras untuk warga tidak mampu, 50 Kg beras untuk pemilik rumah yang dibongkar serta 100 kg untuk warga sekitar masjid.

Dandim 0815 Mojokerto, Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto mengatakan, Kodim 0815 Mojokerto juga akan membantu dalam program rutilahu tahun ini yakni sebanyak dua rumah. “Untuk lokasi, kita data dulu dengan Danramil dan Babinsa. Jadi, rutilahu ada 302 rumah,” ungkapnya, Kamis (9/7/2020).

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, pada kegiatan ini menginginkan agar Kampung Tangguh tidak hanya sebagai formalitas saja. Lebih dari itu, ia berharap masyarakat juga menjadi SDM tangguh, peduli kesehatan dan tangguh sandang pangan.

“Tangguh ini kita harapkan tidak hanya di luarnya saja, tapi harus menyeluruh. Di dalamnya ada rasa peduli sesama, peduli kesehatan, tangguh sandang pangan, serta tercipta rasa aman dan nyaman,” katanya.

Sementara itu mengenai Covid-19 di Kabupaten Mojokerto, Bupati Pungkasiadi mengabarkan bahwa angka pasien sembuh terpantau terus mengalami peningkatan. Dengan data per tanggal 8 Juli, sebanyak 103 orang pasien dinyatakan sembuh.

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi melakukan peletakan batu pertama program retilahu di Desa Kertosari, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]
“Jumlah pasien sembuh meningkat. Kita akan berusaha terus semaksimal mungkin, tentunya dengan dibantu doa bersama,” tegasnya saat menilik Masjid Tangguh Desa Kertosari.

Di samping kegiatan rutilahu, menilik kampung dan masjid tangguh, masih di Kecamatan Kutorejo, Forkopimda turut melaksanakan kegiatan panen raya Desa Windurejo. Panen ini merupakan wujud gotong royong bersama, dalam menjaga ketahanan pangan khususnya di masa pendemi Covid-19.

Sebagai informasi, tahun ini Pemkab Mojokerto telah menghasilkan produksi gabah kering panen sebanyak 351.368 ton, atau setara 203.579 ton beras. Kebutuhan beras masyarakat Mojokerto sendiri adalah 125.394 ton atau dengan kata lain tahun ini surplus sebanyak kurang lebih 78.182 ton beras.

Bupati mendorong di bidang pertanian di Kabupaten Mojokerto agar lebih produktif. Salah satu tips penting yang dibagikannya adalah, tentang pemilihan bibit dan media tanam. “Memilih jenis tanaman dan tanah yang baik itu penting. Ini agar hasil panenan juga ikut baik, petaninya juga untung. Kita harus jaga ketahanan pangan bersama,” pesannya. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar