Politik Pemerintahan

Usai Debat Cawapres, Sandiaga Uno Dialog di Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Calon Wakil Presiden (cawapres) nomor urut 2, Sandiaga Uno langsung menggelar dialog bersama dengan petani, buruh dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) draybupaten Mojokerto usai debat Cawapres pada, Minggu (17/3/2019) malam.

Dalam dialog yang digelar di lapangan Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Mojokerto tersebut dihadiri puluhan petani, pelaku UMKM dan buruh pabrik yang didominasi emak-emak, Senin (18/3/2019). Mereka menyampaikan aspiranya kepada Wakil Gubenur (Wagub) DKI Jakarta non aktif ini.

“Kepada buruh, kami sudah berkomitmen. Salah satunya adalah bagaimana tenaga kerja asing, kita perlakukan lebih hati-hati lagi. Karena kalau tidak lebih hati-hati lagi, serbuan tenaga asing akan mengambil tenaga kerja lokal yang sebelumnya mendapatkan prioritas,” ungkapnya.

Masih kata Sandiaga, kesempatan pertama adalah prioritas untuk tenaga kerja lokal. Sandiaga berjanji, dibawah kepemimpinan Probowo-Sandiaga, serikat pekerja akan mendapatkan perlindungan yang lebih layak lagi yang langsung disambut tepukan Serikat buruh yang hadir.

“Dibawah Prabowo-Sandi, kita tidak boleh lagi mengekspor bahan-bahan mentah tapi bahan-hahan mentah itu harus diberikan kesempatan proses ke para UMKM untuk kayu tersebut diproses produk jadi sehingga bernilai tambah dan membuka lapangan kerja,” katanya.

Dibawah kepemimpinan Prabowo-Sandi, lanjut Sandiaga, industri pengolahan dikedepankan. Jangan sampai kayu diekspor secara mentah tapi bahan baku di dalam negeri sangat tinggi karena sangat memberatkan pengusaha kayu.

Selain mendapatkan keluhan dari pengusaha kayu, perwakilan petani juga meminta agar pupuk, benih serta obat-obatan untuk pertanian diperlancar distribusinya dan harganya dijadikan lebih terjangkau. Para petani juga meminta harga panen mereka dijamin tidak anjlok saat panen raya.

Sementara para pelaku UMKM di Mojokerto mengeluhkan biaya produksi yang kian tinggi. Sementara para buruh pabrik meminta upah ditetapkan menjadi lebih layak bagi kehidupan mereka. “Itu menjadi aspirasi merata di seluruh Indonesia,” tegasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar