Politik Pemerintahan

Urus Sertifikat Tanah Tak Kunjung Kelar, Warga Ngluruk Balai Desa di Mojokerto

Mediasi di kantor Balai Desa Gondang. Foto: misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Puluhan warga Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto ngluruk kantor balai desa setempat, Rabu (25/9/2019). Warga menuntut agar proses pembuatan sertifikat tanah segera diterima warga.

Pasalnya warga sudah mengurus sertifikat tanah sejak 10 tahun yang lalu, namun hingga kini sertifikat tanah tak kunjung diterima oleh warga. Puluhan warga langsung ditemui pihak desa dan Konsultan Pendampingan Sertifikat Tanah untuk menggelar mediasi.

Salah satu warga, Ida Mega Wati (44) mengatakan, ia memiliki tanah 10 bidang tanah dan pihak desa menawarkan pembuatan sertifikat tanah secara massal dari satu rumah ke rumah lainnya. “Pak lurah bersama pak sekdes datang ke rumah pada tahun 2009 lalu,” ungkapnya.

Ia kemudian membayar uang sebesar Rp10 juta pada tanggal 10 Februari 2009 dan Rp16,5 juta pada tanggal 23 Juli 2009 secara tunai ke pihak desa. Pihak desa hanya meminta ia menunggu pengumuman pembagian sertifikat tanah, namun hingga kini sertifikat tanah tersebut belum juga diterima.

“Pada bulan April 2019 ada sosialisasi program pendampingan sertifikat tanah selama satu tahun. Kami membayar Rp100 ribu dengan harapan prosesnya dipercepat. Janjinya pasti diselesaikan, tapi sampai sekarang saya tidak tahu sampai dimana. Soalnya saya sering tanya ke Pak lurah,” ujarnya.

Ia dan warga lain mengira, jika pembuatan sertifikat masal tersebut sama halnya dengan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dibuat oleh Presiden Joko Widodo. Ia dan warga lainnya berharap, pemerintah melalui dinas terkait segera menyelesaikan dan membagikan proses pembuatan sertifikat tanah.

Sementara itu, Konsultan Pendampingan Sertifikat Tanah, Faturrohman dalam mediasinya mengatakan, jika proses pembuatan sertifikat tanah di Desa Gondang sudah sampai setengah jalan. “Jadi uang yang sudah anda bayarkan ke saya tidak bisa dikembalikan,” jelasnya.

Masih kata Faturrohman, karena saat ini sudah masuk di sistem informasi Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sehingga pihaknya meminta agar warga bersabar dan menunggu proses pembuatan sertifikat tanah tersebut selesai.

“Saya mohon untuk bersabar dan ditunggu, akan saya dampingi hingga selesai. Kalau sudah melewati tanggal batas pendampingan. Tetep saya dampingi dan saya daftarkan pembuatan sertifikat tanah lagi,” tegasnya. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar