Politik Pemerintahan

Urus Akta Kematian di Kota Kediri Cukup Lewat Aplikasi SAKTI

Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Kediri memberikan kemudahan pengurusan berkas kependudukan bagi warganya. Salah satunya, kini pengurusan akta kematian cukup melalui Sistem Administrasi Kependudukan Berbasis Teknologi Informasi (SAKTI) di website disdukcapil.kedirikota.go.id.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyampaikan kepada warga Kota Kediri untuk peduli dengan berkas administrasi kependudukan dan tidak lupa mengurusnya.

“Akte kematian ini menjadi berkas yang sangat penting berkaitan dengan hak waris. Maka, kami imbau jika ada warga yang meninggal, keluarganya tidak lupa mengurus akta kematian. Tidak perlu antre di kantor, sehingga lebih mudah dan cepat. Jika terdapat kendala, dapat meminta bantuan petugas kelurahan,” ujar Mas Abu.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kediri Syamsul Bahri pun mengatakan tidak ada pembedaan dalam pengurusan akte kematian, semua mendapat kemudahan pelayanan sesuai prosedur.

“Kami pastikan seluruh pelayanan didapat secara merata dan sama, baik siapapun yang mengurus, dan apapun penyebab kematiannya. Selama persyaratan berkas yang terlampir sudah dilengkapi, warga Kota Kediri dapat mengurus secara mandiri melalui SAKTI yang ada di website Disdukcapil,” ujar Syamsul.

Nantinya, tidak hanya mendapat akte kematian, pengurusan berkas tersebut telah termasuk KK dan KTP yang terbaru, atau disebut layanan Three in One (3 in 1). Sehingga pelapor tidak perlu mengurus berkas lagi.

foto/ilustrasi

Syamsul juga menyampaikan, pentingnya segera mengurus akte kematian selain untuk data dan sensus pemerintah, hal ini juga memiliki manfaat untuk keluarga yang ditinggalkan.

“Akte kematian dibutuhkan untuk mencegah data almarhum disalahgunakan, pembagian harta warisan, klaim asuransi, hingga persyaratan melakukan pernikahan kembali bagi pasangan almarhum . Ada beberapa kasus lama orang yang tidak punya akte kematian dan meninggalnya sudah lama serta tidak ada KK dan KTP. Akhirnya saat keluarganya membutuhkan untuk membagi tanah warisan, cukup kesulitan. Karena perlu penetapan pengadilan dulu baru kami bisa buatkan akte kematian,” ujar Syamsul.

Saat ini, menurut data Bidang Pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kediri sempat terdapat peningkatan pengurusan akte kematian pada bulan Juli mencapai 60 berkas. Namun per tanggal 31 Agustus 2021 tercatat hanya 12 berkas yang masuk, seperti saat sebelum masa PPKM Darurat. [nm/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar