Politik Pemerintahan

Urunan Berpotensi Rugikan Calon Kades Minim Modal yang Disukai Warga

foto/ilustrasi

Jember (beritajatim.com) – Ada tiga sumber dana pemilihan kepala desa di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Patungan atau urunan calon kepala desa berpotensi merugikan.

Ada 161 desa yang akan menggelar pemilihan pada September 2019. Selain dana berasal dari APBD dan APB Desa, para kandidat diminta berpartisipasi untuk menambal kekurangan anggaran yang dibutuhkan.

“Setiap desa berbeda-beda nominalnya sesuai jumlah pemilih dan demografinya,” kata Ketua Komisi A DPRD Jember Mashuri Harianto, Jumat (19/7/2019) pagi.

“Semakin banyak kandidat, beban yang ditanggung bersama akan semakin ringan. Kalau hanya ada dua calon, tentu bebannya semakin berat,” kata Mashuri.

Mashuri meminta agar panitia dan calon benar-benar memusyawarahkan hal ini dengan adil. “Jangan sampai salah satu calon tidak punya kemampuan patungan dengan nominal tertentu. Apalagi kemudian ternyata calon itu adalah kandidat favorit yang disukai warga,” katanya.

Mashuri memperkirakan jumlah sumbangan kandidat akan besar mengingat APBD tak lagi menganggarkan bantuan berupa uang, melainkan barang. Baliho dan alat kampanye diserahkan kepada Bagian Humas Pemkab, logistik pencoblosan diserahkan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, tes calon kades diserahkan kepada Dinas Pendidikan, dan ada Bagian Umum yang menyiapkan peralatan seperti terop tempat pemungutan suara. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar