Politik Pemerintahan

UPT LLAJ Mojokerto Sekat 8 Titik Perbatasan

Mojokerto (beritajatim.com) – Ada delapan titik perbatasan di wilayah Unit Pelayanan Teknik Lalu-lintas Angkutan Jalan (UPT LLAJ), Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur yang akan dilakukan penyekatan. Empat titik terletak di wilayah Mojokerto dan empat titik terletak di wilayah Jombang.

Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional, UPT LLAJ Mojokerto, Dishub Provinsi Jawa Timur, Yoyok Kristyowahono mengatakan, Dishub Jawa Timur memastikan mudik aglomerasi dilarang, termasuk di wilayah Gerbangkertosusila. “Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan,” ungkapnya, Selasa (27/4/2021).

Larangan mudik lokal atau di wilayah aglomerasi tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 Tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19).

“Mudik lokal termasuk mudik di wilayah aglomerasi dilarang. Boleh asal bawa surat, seumpama sampeyan di Mojokerto mau ke Gresik ya harus bawa surat tugas. Tugas mau ke Gresik, tanpa itu tidak bisa meskipun di wilayah aglomerasi,” katanya.

Masih kata Yoyok, ada delapan titik di wilayah UPT LLAJ, Dishub Provinsi Jawa Timur yang dilakukan penyekatan. Di wilayah Mojokerto dan Jombang masing-masing empat titik. Titik-titik tersebut berada di wilayah perbatasan.

“Empat titik di Mojokerto yakni di perbatasan Mojokerto-Jombang, Mojokerto-Pasuruan, Mojokerto-Lamongan dan Mojokerto-Batu. Empat titik di Jombang yakni Jombang-Mojokerto, Jombang-Lamongan, Jombang-Malang dan Jombang-Kediri,” jelasnya.

Dalam pengawasan mobilisasi angkutan dan orang di wilayah Kabupaten Mojokerto, pihaknya tidak berdiri sendiri namun mendukung Polres Mojokerto bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mojokerto.

“Sanksinya, kendaraan harus balik tapi tetap pihak kepolisian yang memberikan. Kami hanya mendukung, saling mengawasi. Larangan ini mulai berlaku tanggal 6 Mei sampai 17 Mei 2021, untuk AKDP juga tidak beroperasi termasuk bus kuning dan hijau,” tegasnya. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar