Politik Pemerintahan

Update Jatim: Positif Covid-19 Naik Jadi 768, Sembuh 138 dan Meninggal 86

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa melalui Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono memberikan pernyataan pers untuk update data kasus Covid-19 di Jatim.

Hingga 25 April 2020 pukul 20.00 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 18136 orang, 2578 orang pasien dalam pengawasan (PDP) dan positif Covid-19 (coronavirus) 768 orang.

“Hari ini ada tambahan 78 kasus baru. Total ada 768 orang yang positif Covid-19 di Jatim. Yang sembuh tambah 5 jadi 138 orang dan meninggal tambah 11 jadi 86 orang,” kata Heru kepada wartawan usai Konferensi Pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (25/4/2020) malam.

Gubernur merinci yang positif 768 orang di Jatim itu terdiri dari 368 dari Surabaya, 27 Kabupaten Malang, 13 Kota Malang, 3 Kota Batu, 30 dari Magetan, 80 dari Sidoarjo, 21 Kabupaten Kediri, 9 Kota Kediri, 22 Gresik, 5 Kabupaten Blitar, 2 Kota Blitar, 13 Lumajang, 7 Jember, 12 Situbondo, 2 Bondowoso, 4 Banyuwangi, 7 Pamekasan, 16 Tulungagung, 7 Jombang, 10 Nganjuk, 4 Kabupaten Madiun, 9 Ponorogo, 1 Trenggalek, 31 Lamongan, 9 Bangkalan, 1 Pacitan, 8 Bojonegoro, 3 Tuban, 11 Kabupaten Pasuruan, 3 Kota Pasuruan, 16 Kabupaten Probolinggo, 5 Kota Probolinggo, 4 Sumenep dan 5 Kabupaten Mojokerto.

Dari data tersebut, ada 86 pasien yang meninggal, yakni 3 di Kabupaten Malang, 50 di Surabaya, 10 di Sidoarjo, 4 di Gresik, 5 di Lamongan, 4 di Kabupaten Kediri, 1 di Magetan, 1 Pamekasan, 1 Bojonegoro, 2 Lumajang, 1 Kota Pasuruan, 1 Banyuwangi, 1 Jember, 1 Kabupaten Blitar dan 1 Tuban.

Ada 138 yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Yakni, 14 dari Malang, 1 Kota Batu, 70 dari Surabaya, 7 dari Sidoarjo, 4 dari Gresik, 5 Lamongan, 1 dari Kabupaten Blitar, 1 dari Kota Blitar, 8 dari Magetan, 2 dari Kabupaten Kediri, 2 Jember, 4 Kota Kediri, 6 Situbondo, 4 Tulungagung, 1 Trenggalek, 2 Kabupaten Madiun, 1 Lumajang, 1 Kota Probolinggo, 1 Ponorogo, 1 Bondowoso, 1 Bangkalan dan 1 Banyuwangi.

Untuk itu, dia menegaskan, agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan memaksimalkan langkah pencegahan Covid-19. “Tetap menjaga jarak sosial, melakukan olah raga, tinggal di rumah dan keluar hanya urgent, pola hidup bersih dan sehat, cuci tangan yang baik, jangan mengundang atau datang ke keramaian dulu. Jangan melakukan suasana yang menjadikan panik. Penyebaran Covid-19 ini jangan pernah dianggap sepele. Kewaspadaan harus berlapis. Gunakan masker setiap keluar rumah,” pungkasnya. (tok/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar