Politik Pemerintahan

Update Covid-19 Jatim: Positif 1491, Surabaya Tambah 41, Sidoarjo Tambah 16, Gresik Nihil!

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan pernyataan pers untuk update data perkembangan kasus Covid-19 di Jatim pada Minggu (10/5/2020) malam ini. Pada hari ini merupakan hari ketigabelas penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik).

Hingga 10 Mei 2020 pukul 20.00 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 21254 orang, 4031 orang pasien dalam pengawasan (PDP) dan positif Covid-19 (coronavirus) 1491 orang.

Surabaya hari ini bertambah 41 kasus baru menjadi 708 dan Sidoarjo bertambah 16 menjadi 186. Sedangkan, Gresik sudah tiga hari terakhir ini tidak bertambah kasus baru alias tetap 37.

“Hari ini ada tambahan 83 kasus baru di Jatim. Total ada 1491 orang yang positif Covid-19 di Jatim. Yang sembuh bertambah 14 menjadi 244 orang dan meninggal bertambah 6 menjadi 149 orang. Ada kenaikan menjadi 68 persen dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP) menjadi positif. Yang Orang Tanpa Gejala (OTG) juga terus meningkat menjadi positif. Untuk itu, diperlukan kewaspadaan berlapis,” katanya kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (10/5/2020) malam.

Gubernur merinci yang positif 1491 orang di Jatim itu terdiri dari 708 dari Surabaya, 46 Kabupaten Malang, 24 Kota Malang, 5 Kota Batu, 53 dari Magetan, 186 dari Sidoarjo, 30 Kabupaten Kediri, 10 Kota Kediri, 37 Gresik, 9 Kabupaten Blitar, 1 Kota Blitar, 27 Lumajang, 15 Jember, 12 Situbondo, 8 Bondowoso, 4 Banyuwangi, 10 Pamekasan, 32 Tulungagung, 13 Jombang, 14 Nganjuk, 13 Kabupaten Madiun, 12 Ponorogo, 3 Trenggalek, 55 Lamongan, 19 Bangkalan, 9 Pacitan, 15 Bojonegoro, 11 Tuban, 41 Kabupaten Pasuruan, 10 Kota Pasuruan, 25 Kabupaten Probolinggo, 11 Kota Probolinggo, 5 Sumenep, 8 Kabupaten Mojokerto, 3 Kota Mojokerto, 6 Ngawi dan 1 Kota Madiun.

Ada 244 yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Yakni, 15 dari Kabupaten Malang, 10 Kota Malang, 1 Kota Batu, 106 dari Surabaya, 14 dari Sidoarjo, 10 dari Gresik, 9 Lamongan, 1 dari Kabupaten Blitar, 1 dari Kota Blitar, 11 dari Magetan, 2 dari Kabupaten Kediri, 2 Jember, 6 Kota Kediri, 8 Situbondo, 6 Tulungagung, 1 Trenggalek, 3 Nganjuk, 2 Jombang, 2 Kabupaten Mojokerto, 3 Kabupaten Madiun, 1 Ngawi, 4 Lumajang, 3 Kota Probolinggo, 4 Kabupaten Pasuruan, 6 Ponorogo, 1 Bondowoso, 3 Bangkalan, 5 Pamekasan, 1 Tuban, 1 Kabupaten Probolinggo, 1 Kota Pasuruan dan 1 Banyuwangi.

Sementara itu, ada 149 pasien yang meninggal, yakni 9 di Kabupaten Malang, 84 di Surabaya, 19 di Sidoarjo, 6 di Gresik, 1 Bangkalan, 8 di Lamongan, 4 di Kabupaten Kediri, 2 di Magetan, 1 Pamekasan, 3 Bojonegoro, 4 Lumajang, 1 Kota Pasuruan, 1 Banyuwangi, 1 Jember, 3 Kabupaten Blitar dan 2 Tuban. (tok/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar