Politik Pemerintahan

Update Covid-19 Jatim: 2.372 Positif, Surabaya Tambah 60 Kasus Tembus 1.169 Positif!

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan pernyataan pers untuk update data perkembangan kasus Covid-19 di Jatim pada Selasa (19/5/2020) malam ini.

Pada hari ini merupakan hari kedelapan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) tahap kedua. PSBB diperpanjang sejak 12 Mei hingga 25 Mei 2020.

Hingga 19 Mei 2020 pukul 20.00 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 22.985 orang (masih dipantau 4.024 orang), jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada 5.198 orang (masih diawasi 2.418 orang) dan positif Covid-19 (coronavirus) 2.372 orang (masih dirawat 1.746 orang).

Surabaya hari ini bertambah 60 kasus baru menjadi 1.169 dan Sidoarjo bertambah 5 menjadi 327. Sedangkan, Gresik tidak bertambah kasus baru atau tetap 59.

“Hari ini ada tambahan 91 kasus baru di Jatim. Total ada 2.372 orang yang positif Covid-19 di Jatim. Yang sembuh bertambah 12 menjadi 387 orang. Dan, yang meninggal bertambah 6 menjadi 230 orang,” katanya kepada wartawan, Selasa (19/5/2020) malam.

Gubernur merinci yang positif 2.372 orang di Jatim itu terdiri dari 1.169 dari Surabaya, 55 Kabupaten Malang, 27 Kota Malang, 7 Kota Batu, 60 dari Magetan, 327 dari Sidoarjo, 55 Kabupaten Kediri, 27 Kota Kediri, 59 Gresik, 11 Kabupaten Blitar, 2 Kota Blitar, 32 Lumajang, 24 Jember, 12 Situbondo, 9 Bondowoso, 5 Banyuwangi, 12 Pamekasan, 47 Tulungagung, 25 Jombang, 20 Nganjuk, 21 Kabupaten Madiun, 18 Ponorogo, 5 Trenggalek, 67 Lamongan, 26 Bangkalan, 9 Pacitan, 37 Bojonegoro, 19 Tuban, 57 Kabupaten Pasuruan, 17 Kota Pasuruan, 44 Kabupaten Probolinggo, 13 Kota Probolinggo, 6 Sumenep, 14 Kabupaten Mojokerto, 5 Kota Mojokerto, 6 Ngawi, 3 Kota Madiun, 11 Sampang dan 9 Kapal Barang.

Ada 387 yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Yakni, 19 dari Kabupaten Malang, 12 Kota Malang, 2 Kota Batu, 142 dari Surabaya, 19 dari Sidoarjo, 12 dari Gresik, 17 Lamongan, 2 dari Kabupaten Blitar, 1 dari Kota Blitar, 35 dari Magetan, 4 dari Kabupaten Kediri, 5 Jember, 7 Kota Kediri, 11 Situbondo, 13 Tulungagung, 1 Trenggalek, 7 Nganjuk, 2 Jombang, 2 Kabupaten Mojokerto, 1 Kota Mojokerto, 3 Kabupaten Madiun, 1 Ngawi, 12 Lumajang, 4 Kota Probolinggo, 8 Kabupaten Pasuruan, 8 Ponorogo, 2 Bondowoso, 5 Bangkalan, 6 Pamekasan, 3 Tuban, 13 Kabupaten Probolinggo, 1 Kota Pasuruan, 2 Pacitan, 1 Sumenep, 1 Sampang, 2 Bojonegoro dan 1 Banyuwangi.

Sementara itu, ada 230 pasien yang meninggal, yakni 9 di Kabupaten Malang, 1 Kota Batu, 138 di Surabaya, 33 di Sidoarjo, 7 di Gresik, 1 Bangkalan, 10 di Lamongan, 6 di Kabupaten Kediri, 2 di Magetan, 2 Pamekasan, 5 Bojonegoro, 4 Lumajang, 1 Kota Pasuruan, 1 Kabupaten Probolinggo, 1 Banyuwangi, 2 Jember, 3 Kabupaten Blitar, 1 Jombang, 1 Ponorogo dan 2 Tuban. (tok/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar