Politik Pemerintahan

Upaya Lain Pemkot Mojokerto Tanggulangi Penyebaran Covid-19

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat memberikan keterangan di rumah rakyat. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemkot Mojokerto akan menggelar doa serentak lintas agama dan imbauan salat Jumat diganti dengan salat zuhur di rumah masing-masing. Ini bagai salah satu upaya untuk menanggulangi penyebaran virus Corona (Covid-19).

Penetapan status daerah di Indonesia termasuk Kota Mojokerto saat ini, sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia Nomor 9.A Tahun 2020 tanggal 21 Februari 2020 tentang Penetapan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia.

Dan, Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia Nomor 13.A Tahun 2020 tanggal 29 Februari 2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia.

Serta, Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 tanggal 20 Maret 2020 tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Untuk itu, terkait hal tersebut Pemkot Mojokerto mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota Mojokerto Nomor 443.33/2346/417.302/2020 tanggal 2 Maret 2020 tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Virus Corona (Covid-19).

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, pemerintah daerah mengeluarkan Keputusan Wali Kota Mojokerto Nomor 188.45/ 175 / 417.111 / 2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Surat Edaran Wali Kota Mojokerto Nomor 443.32/2857/417.302/2020 tanggal 18 Maret 2020 tentang Kewaspadaan terhadap Covid-19. Dan Surat Edaran Walikota Mojokerto Nomor 800 / 36 / 417.403 / 2020 tanggal 23 Maret 2020 tentang Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 bagi ASN di Lingkungan Pemkot Mojokerto.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, doa serentak bersama lintas agama akan dilakukan secara rutin setiap Kamis malam. “Bagi ASN pada jabatan Pengawas dan Pelaksana dapat menjalankan tugas di rumah (Work From Home) selama dua hari dan bekerja di kantor selama dua hari secara bergiliran,” ungkapnya, Rabu (1/4/2020).

Hal ini, menurut Ning Ita (sapaan akrab, red) sesuai dengan jadwal yang disusun oleh Kepala Perangkat Daerah atau Unit Kerja serta pembentukan satuan gugus tugas (satgas) sesuai dengan Keputusan Wali Kota Mojokerto nomor 188.45/ 187 / 417.111 /2020 tanggal 1 April 2020 tentang Pembentukan Gugus tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Melihat perkembangan perluasan wabah Covid-19 baik secara Nasional, di tingkat Provinsi Jawa Timur, maupun kondisi di Kota Mojokerto, maka Pemkot Mojokerto melalui Keputusan Wali Kota Mojokerto nomor 188.45/186/417.111/2020 tanggal 31 Maret 2020 tentang Status Keadaan Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Corona telah memutuskan beberapa hal.

Pertama, menetapkan status keadaan darurat bencana wabah penyakit Covid-19 di Kota Mojokerto. Kedua, status keadaan darurat bencana ditetapkan selama 60 hari terhitung sejak tanggal 31 Maret 2020 sampai dengan tanggal 29 Mei 2020.

Selain itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Mojokerto melalui Fatwa Majelis Ulama Indonesia Kota Mojokerto Nomor 07/FAT-MUI/III/2020 tanggal 31 Maret 2020 tentang Sholat Berjamaah di Masjid dan Salat Jumat dalam Situasi Covid-19.

“Untuk itu kami, jajaran Forkopimda bersama segenap tokoh lintas agama telah menyepakati Maklumat Bersama tanggal 31 Maret 2020, yang berisikan berbagai ketentuan. Di antaranya, melaksanakan salat Jumat diganti dengan salat zuhur di rumah atau tempat kerja masing-masing,” katanya.

Salat lima waktu secara berjamaah di masjid dan musala, lanjut Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, sementara diganti pelaksanaan salat di rumah masing-masing. Berbagai kegiatan keagamaan dan kegiatan lain yang menimbulkan kerumunan massa untuk sementara ditunda pelaksanaannya.

“Dan jika ada yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan tersebut maka akan mendapatkan konsekuensi hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Saya berharap agar ketentuan-ketentuan ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Selain ketentuan tersebut, Pemkot Mojokerto bersama pemuka lintas agama dan Forkopimda akan melaksanakan doa serentak lintas agama setiap Kamis pukul 18.00 WIB sampai pukul 19.30 WIB secara serentak di rumah, yang dipandu secara live streaming oleh pemuka agama masing-masing.

“Semoga dengan kolaborasi, sinergi dan kegotongroyongan dari seluruh elemen masyarakat, wabah Covid-19 dapat kita kalahkan bersama-sama,” harapnya. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar