Politik Pemerintahan

Untuk Kedua Kalinya, Tidak Ada Pasar Malam di Alun-alun Ponorogo

Alun-alun Ponorogo terlihat lengang. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pemkab Ponorogo kembali meniadakan kegiatan pasar malam di alun-alun Ponorogo pada bulan Ramadan dan Lebaran Idul Fitri tahun ini. Artinya, dalam 2 tahun berturut-turut, pasar malam absen dalam menyemarakkan bulan Ramadan dan Lebaran Idul Fitri. Kebijakan itu diambil melihat kondisi pandemi Covid-19 yang belum usai di bumi reyog.

“Tidak ada pasar malam di aloon-aloon saat bulan Ramadan dan Lebaran tahun ini,” kata Kabid Perdagangan Dinperdagkum Ponorogo Toto Basuki, Sabtu (24/4/2021).

Meskipun meniadakan pasar malam, Disperdagkum masih memberikan toleransi untuk pedagang lokal agar masih bisa berjualan di sana. Sedangkan untuk pedagang luar daerah termasuk wahana bermain tidak diizinkan. “Pedagang lokal masih boleh berjualan di alun-alun,” katanya.

Menurut Toto, saat ada pasar malam, di aloon aloon Ponorogo bisa menampung sekitar 300 pedang termasuk wahana bermain. Para pedagang tersebut menyewa sesuai dengan peraturan Bupati. Dengan tidak adanya pasar malam ini, otomatis berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD) yang pasti menurun. “Terkait penurunan PAD, tidak bisa berbuat apa-apa, karena memang tahun ini tidak ada persiapan apapun. Sebab kondisinya juga masih pandemi Covid-19,” pungkasnya. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar