Politik Pemerintahan

Universitas Jember Usulkan Contract Farming Atasi Persoalan Akses Pasar Petani

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember Achmad Subagio. [Foto: dokumen pribadi]

Jember (beritajatim.com) – Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember Achmad Subagio mengusulkan sistem ‘contract farming’ untuk mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Sistem ini untuk mengatasi persoalan akses pasar yang selama ini dihadapi petani Jember. “Contract farming ini menjadikan petani tenang, karena sudah ada kepastian off-taker-nya Barusan saya sudah kontak beberapa perusahaan agroindustri. Salah satunya sudah menyanggupi untuk memperluas ruang kerja mereka di Jember,” kata Subagio, dalam acara dialog publik yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Universitas Jember, di DPRD Jember, Kamis (4/3/2021).

“Mereka mengatakan selama ini tidak memiliki akses ke pemerintah, sehingga kerjasama di bidang kerja mereka tidak mencukupi,” kata Subagio. Salah satu pengusaha agroindustri menyatakan akan memindahkan rencana bisnis dari Kabupaten Trenggalek ke Jember, jika mendapat keleluasaan akses usaha dari pemerintah daerah.

“Salah satu cara menangani kemiskinan adalah melibatkan orang-orang miskin itu dalam usaha pertanian yang sudah ada,” tambah Subagio. Ia berharap program kerja Bupati Hendy Siswanto bisa berkesinambungan, walau tahun berganti.

Sebelumnya, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Jember Jumantoro mengeluhkan, persoalan akses pasar. “Biasanya pada saat musim panen harga jatuh,” katanya. Selain itu, mereka kesulitan masalah permodalan dan selalu terbelit utang yang digunakan sebagai biaya operasional awal usaha tani. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar