Politik Pemerintahan

Soal Mitigasi Risiko Bencana

UNESCO Apresiasi Desa Tambakrejo Malang Selatan

Malang (beritajatim.com) – Skema mitigasi kerawanan bencana Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang mendapat pengakuan dunia.

Salah satunya pengakuan itu datang dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) (UNESCO). UNESCO menilai FPRB Desa Tambakrejo di wilayah Malang Selatan itu memiliki kesiapsiagaan terhadap kerawanan bencana tsunami.

“Pengakuan itu dari UNESCO. Desa Tambakrejo ini, adalah salah satu desa di Kabupaten Malang yang rawan ancaman gelombang tsunami,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Nur Fuad Fauzi, Senin (28/11/2022).

Dijelaskan Fuad, FPRB Desa Tambakrejo yang dibentuk tahun 2014 memang aktif dalam menggelar kegiatan terkait mitigasi kebencanaan. Saat kegiatan mitigasi bencana, sering melibatkan BPBD Kabupaten Malang.

“FPRB Desa Tambakrejo ini sangat aktif, dan terus kita latih mitigasi bencana. Kami juga memasang EWS (Early Warning System) dan segala macam sarana serta prasarana penunjang,” terang Fuad.

Keaktifan FPRB mendapat respon baik dari masyarakat. Sehingga mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) turut melakukan pembinaan berkaitan dengan antisipasi kebencanaan.

BMKG juga mengajukan skema mitigasi Desa Tambakrejo ke nasional. Hasilnya FPRB Desa Tambakrejo masuk dalam 10 besar. Kemudian diajukan lagi ke UNESCO.

Dari pengajuan itu, UNESCO mendatangi Desa Tambakrejo untuk melakukan survey lapangan selama tiga hari. “Hasilnya survey lapangan itu dibawa ke Jakarta untuk dirapatkan. Dan akhirnya diundang ke Bali untuk presentasi ulang,” jelas Fuad.

Setelah dilakukan rapat di Jakarta, atas hasil survey lapangan tersebut, ternyata Desa Tambakrejo termasuk menjadi salah satu dari 7 wilayah di Indonesia untuk melakukan pemaparan di Bali pada 22 November 2022 lalu.

Dari 7 daerah di Indonesia yang diundang, ternyata hanya 3 daerah yang berhasil mendapat pengakuan dari UNESCO terkait skema mitigasi bencana tsunami. Yakni Kabupaten Malang melalui Desa Tambakrejo, Kabupaten Lebak Provinsi Banten dan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Jelas ini menjadi suatu kebanggaan. Dengan pengakuan ini, maka di Indonesia ada empat daerah yang mendapat pengakuan dunia terkait mitigasi bencana. Sebelumnya adalah Benoa di Kabupaten Badung Provinsi Bali. Tahun ini bertambah tiga daerah, salah satunya di Kabupaten Malang,” bebernya.

Fuad menambahkan, capaian tersebut merupakan buah dari kerja keras FPRB Desa Tambakrejo beserta seluruh elemen masyarakat. Terutama dalam memenuhi 12 indikator yang menjadi penilaian atas hal tersebut.

Ke 12 indikator tersebut secara umum meliputi kesiapsiagaan terhadap kerawanan atas bencana tsunami. Diantaranya seperti kelengkapan sarpras penunjang, kesiapan masyarakat, keaktifan masyarakat, pendidikan kesiapsiagaan bencana dan indikator lain. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar