Politik Pemerintahan

Underpass Satelit Ditarget Tuntas Maret

Surabaya (beritajatim.com) – Underpass  Bunderan Satelit sudah 90 persen pengerjaannya. Namun, proyek yang digadang bisa mengatasi kemacetan di persimpangan Jalan HR Muhammad dan Mayjen Sungkono itu masih menyisakan pekerjaan rumah berupa saluran air. Masyarakat diminta sedikit bersabar dua bulan lagi untuk bisa merasakan operasional underpass.

“Tinggal kendala membuang air (sungai) di sisi Timur underpass. Alirannya deres. Kami sudah setiap hari pompa terus untuk bisa pasang box culvert,” ujar Site Engineer Manager Proyek Underpass Mayjen Sungkono Rico Rirobi.

Menurut Rico, saat ini pengerjaan telah mencapai 90,5 persen, sementara itu pemerataan tanah sudah selesai. Tinggal pemasangan box culvert aliran air sisi Timur.

Tertkait adanya kendala saluran air, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menginstruksikan kepada Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) untuk membantu dengan mendatangkan pompa berkapasitas 2 meter kubik. Diharapkan dengan begitu bisa cepat selesai.  “Jadi memang mulai jalan di bawah, saluran air PDAM sama harus pasang rumah pompa. Tinggal itu,”  kata Risma.

Pihaknya akan melibatkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, untuk membantu pihak kontraktor menyelesaikan proyek di kawasan tersebut. Kendati demikian, ia harus memastikan ketersediaan bahan baku untuk pengerjaan selanjutnya. “Ini aku harus pastikan dulu, karena ini sudah gabungan beberapa dinas. Setelah ini aku bisa tahu dia OPD punya bahan baku atau tidaknya. Sebetulnya kalau ngerjakannya cepat, tinggal kita punya barang atau ndak,” kata dia usai sidak underpass  satelit.

Risma pun akan melakukan rapat koordinasi bersama jajarannya untuk mengecek ketersediaan bahan baku instrumen proyek.  “Kalau yang dikerjakan oleh pihak rekanan (PP) itu lebih mudah, karena dia barang (bahan baku) sudah siap, tinggal mengerjakan. Tapi yang kita kerjakan ini sebetulnya tidak banyak, yang kecil-kecil. Ini mau kita rapatkan lagi dengan beberapa dinas, dia punya barang atau ndak,” ujarnya.

Risma mengungkapkan pihaknya akan membantu mengerjakan instrumen kelengkapan jalan, mulai jalan di bawah, saluran, taman, PJU, rumah pompa hingga instrumen kelengkapan lainnya.  “Makanya nanti kita rapatkan dulu punya resource apa. Dinas Cipta Karya punya resource apa, Dinas PU Bina Marga punya resource apa, seperti itu,” jelasnya.

Risma berharap agar pengerjaan proyek ini bisa segera rampung pada Maret mendatang. Karena itu, untuk mendukung kelancaran pembangunan proyek, ia mengimbau kepada masyarakat yang melewati jalan itu, untuk sementara waktu bisa bersabar. “Ada rekayasa lalin, satu bulan itu, makanya itu saya tegasi agar ditutup saja jalan. Biar lebih cepat pengerjaannya,” pungkasnya. [ifw/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar