Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

UMK Kota Mojokerto Tahun 2022 Naik 1,17 persen

Rapat Pleno Penentuan UMK Kota Mojokerto Tahun 2022 di ruang rapat Disnakertrans Kota Mojokerto. [Foto : istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Tahun 2022, Upah Minimum Kota (UMK) Mojokerto disepakati naik 1,17 persen. Angka tersebut merupakan hasil rapat pleno penentuan UMK Mojokerto tahun 2022, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dengan Dewan Pengupahan, serikat pekerja dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Mojokerto.

UMK Mojokerto tahun 2021 sebesar Rp2.481.302,97, dengan hasil kesepakatan naik 1,17 persen tersebut maka UMK Mojokerto tahun 202p menjadi Rp2.510.452,36, Jumat (19/11/2021). Hasil tersebut akan disampaikan kepada Wali Kota Mojokerto sebagai bahan rekomendasi kepada Gubernur Jawa Timur.

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono mengatakan, hasil dari Sidang Pleno Dewan Pengupahan Kota Mojokerto tersebut akan disampaikan kepada Wali Kota Mojokerto sebagai bahan rekomendasi kepada Gubernur Jawa Timur.


“Besaran UMK yang dibahas akan melahirkan kesepakatan atau jalan tengah antara pengusah dan buruh. Rumus perhitungan UMK berubah sejalan dengan penerbitan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan mengamanatkan bahwa kebijakan penetapan Upah Minimum merupakan salah satu program strategis Nasional,” katanya.

Perwakilan APINDO Kota Mojokerto, Cahyo Adji mengatakan, formula UMK berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 adalah untuk mengurangi kesenjangan Upah Minimum, sehingga terwujud keadilan. “Keadilan tersebut dicapai melalui pendekatan rata-rata Konsumsi Rumah Tangga di Kota Mojokerto,” ujarnya.

Sementara itu, Perwakilan Serikat Pekerja, Akhmad Sodiq berharap, pembahasan yang sudah disepakati agar tidak ada perubahan. “Khususnya bagi Dewan Pengupahan agar tidak merasa lebih penting dari kita, rekan-rekan buruh,” harapnya. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar