Politik Pemerintahan

Ulama dan Tokoh Muda Singosari Malang Tolak Kerusuhan Usai Pilpres

Malang (beritajatim.com) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, H.Ahmad Nur Junaidi tegas menolak upaya oknum-oknum tak bertanggung jawab yang ingin membuat kerusuhan terkait perselisihan sengketa pemilu Pilpres yang kini ditangani Mahkmah Konstitusi (MK) di Jakarta.

Menurut Haji Ahmad Nur Junaidi yang juga Pengasuh Ponpes Al Qur’an Nurul Huda 2 (Pondok Anak-Anak) Singosari, menghimbau seluruh lapisan masyarakat tidak terpancing provokasi untuk membuat keributan pasca perselisihan Pilpres.

“Kami menolak kerusuhan perselisihan Pilpres di MK Jakarta. Mari kita rajut persatuan Indonesia yang aman, damai, demi persatuan dan kesatuan NKRI. Hidup TNI-Polri,” tegas Haji Ahmad Nur Junaidi, Selasa (11/6/2019).

Hal serupa juga dikatakan Muhammad Arifin Hasbullah selaku Pengasuh Ponpes Bani Hasbullah sekaligus Takmir Masjid Al Akbar, Song-Song, Singosari, Kabupaten Malang. “Jangan ada lagi kerusuhan terkait sengketa Pilpres yang kini ditangani MK. Mari kita menuju Indonesia yang aman, damai dan sejahtera, demi persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia,” paparnya.

Terpisah, Tokoh Pemuda Desa Toyomarto, Singosari, Cahyo Mulyono menambahkan, seluruh element harus bersatu padu menjaga kerukunan dan persatuan. “Kami tokoh pemuda di Singosari menolak segala bentuk kerusuhan akibat perselisihan Pilpres yang kini ditangani MK. Selaku generasi muda, kami menghimbau dan mengajak masyarakat selalu menjaga kerukunan dan keamanan, sehingga situasi tetap aman,” tandas Cahyo Mulyono. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar