Politik Pemerintahan

Uji Emisi Gas Buang, Dishub Kota Mojokerto Temukan 2 Kendaraan Tak Lulus

Petugas Dishub Kota Mojokerto saat melakukan uji emisi gas buang kendaraan bermotor. Foto : misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Dua kendaraan dinyatakan tak lulus uji emisi gas buang kendaraan bermotor yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto. Dua kendaraan tak lulus uji emisi gas buang kendaraan bermotor tahap III tersebut dari 20 kendaraan yang dilakukan uji emisi gas buang.

Kendaraan yang melewati kantor Dishub Kota Mojokerto di Jalan By Pass dari arah Jombang menuju Surabaya dihentikan petugas. Kendaraan yang di uji emisi gas buang kendaraan bermotor tersebut dilakukan secara acak yakni kendaraan yang tidak wajib uji.

Kabid Angkutan Sarana dan Prasarana, Dishub Kota Mojokerto, Agustuti Rosyid mengatakan, uji emisi gas buang kendaraan bermotor tersebut rutin digelar Dishub Kota Mojokerto. “Tujuannya untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan bermotor, ini merupakan tahap terakhir dan gratis,” ungkapnya, Kamis (19/9/2019).

Masih kata Agustuti, pada tahap pertama masih dilakukan uji emisi gas buang kendaraan bermotor sebanyak 20 kendaraan. Hasilnya, dari 20 kendaraan, dua diantaranya tidak lulus uji emisi gas buang kendaraan bermotor. Pengendara direkomendasi untuk tune up dan ganti oli agar layak jalan.

“Untuk ketentuan ambang batas emisi gas buang kendaraan, untuk bensin maksimal CO 4,5 persen dan HC 1200 ppm untuk kategori kurang dari 2007. Lebih dari 2007, CO 1,5 persen dan HC 200 ppm. Diesel maksimal 70 persen, 40 persen dan 50 persen, di atas itu iya harus ada rekomendasi,” jelasnya.

Agustuti menjelaskan, uji emisi gas buang kendaraan bermotor menggunakan alat smart tester dan tes analisa dengan sasaran 50 kendaraan setiap digelar uji emisi gas buang kendaraan bermotor. Yakni kendaraan yang di atas kendaraan penumpang karena untuk kendaraan penumpang wajib uji emisi kendaraan bermotor tiap enam bulan sekali.

“Sebelumnya, tahap awal yang tidak lulus 5 persen, tahap kedua7 persen dan tahap terakhir ini masih berlangsung karena sasarannya 50 kendaraan. Alhamdulillah gas buang kendaraan bermotor kita sudah bagus, kalau banyak yang tidak lulus maka dipastikan akan berdampak ke lingkungan dan kesehatan,” tegasnya.

Dampak ke kesehatan, seperti kabut asap yang terjadi di Kalimantan Timur (Kaltim). Yakni bisa menyebabkan ISPA dan kanker paru-paru. Sementara terkait kondisi udara di Kota mojokerto, Agustuti menambahkan, jika yang menangani yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH).[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar