Politik Pemerintahan

Uang Bantuan Pangan Non Tunai Diduga Dipotong Oknum

Sidoarjo (beritajatim.com) – Ada dugaan pemotongan Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) yang dilakukan oleh oknum agen. Terhadap dugaan itu, Komisi D DPRD Sidoarjo memanggil Dinas Sosial dan Perwakilan dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Sidoarjo .

Dikatakan Kordinator Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kab. Sidoarjo Tosan Iksan pemotongan bantuan tersebut diduga terjadi pada 2019. Hal itu diketahui setelah Tim PKH Sidoarjo meminta print out rekening koran penerima BNPT dan PKH.

“Nilai pemotongan ada yang Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, yang diketahui berpindah rekening,” kata Tosan usai acara di kantor DPRD Sidoarjo, Kamis (17/9/2020).

Iksan menjelaskan bahwa pihaknya sudah menggelar rapat kordinasi bersama, tapi masih belum ada titik temu, dan pihak BNI tidak bersedia untuk memberikan ganti rugi.

“Kami saat ini, sedang mengupayakan untuk mediasi ke pihak BNI Jatim,” tandasnya.

Sementara Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori menegaskan, pemerintah pusat sudah jelas dalam memberi kebijakan. Bahwa siapapun yang bermain- main dengan bantuan sosial maka hukumnya sangat berat.

“Saya persilakan, kalau memang persoalan ini ditempuh ke jalur hukum. Karena ini menyangkut terhadap hak orang tidak mampu,” jelasnya.

Anggota Fraksi PKB itu berjanji nanti akan mengevaluasi terkait temuan pemotongan bantuan sosial tersebut. “Nanti kita akan hadirkan dari BNI atas temuan tersebut, untuk selanjutnya kami persilakan kalau memang mau dibawa ke ranah hukum,” pungkasnya. [isa/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar