Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Turun Langsung, Bupati Mojokerto Tracing Warga Gondang

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati saat turun langsung tracing warga di Dusun Kejambon, Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati turun langsung untuk melakukan tracing warga kontak erat dengan Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 . Ketua Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Mojokerto ini tracing 11 warga Dusun Kejambon, Desa Gondang, Kecamatan Gondang.

Dalam tracing tersebut, bupati didampingi Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, dr Langit Kresna Janitra, Minggu (8/8/2021).

“Hari ini lengkap tracingnya dengan semua tim. Kami bersinergi bersama Babinsa, Babinkamtibmas, bidan desa, juga perangkat desa. Dari yang dites, ternyata pernah mengalami positif dan sudah sembuh. Kita juga dapati satu orang yang aktif dan ini kita tindaklanjuti dengan isolasi serta treatment dari puskesmas,” ungkapnya.

Dalam catatan update Covid-19 di Kabupaten Mojokerto terkini, Kecamatan Gondang adalah yang paling rendah positivity rate-nya yakni 18 orang positif. Sangat beda dengan daerah lain yang mobilitasnya tinggi. Seperti Kecamatan Ngoro 78 kasus, Kecamatan Pungging 97 dan Kecamatan Mojosari 74.

Begitu juga daerah yang dekat dengan kota, misalnya Kecamatan Sooko dan kecamatan Jetis dengan masing-masing 84 kasus. Meski begitu, tracing adalah agenda utama Tim Satgas Covid-19, di samping terus melakukan vaksinasi. Ini sesuai arahan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan sebagai kunci kendali penanganan Covid-19 saat ini.

“Kami minta agar masyarakat tidak beranggapan apabila semua warga pada satu wilayah sudah divaksin seluruhnya, akan otomatis terbentuk kekebalan kelompok/herd immunity. Hal tersebut harus dipahami bersama. Sebab menjaga prokes dan tetap melakukan tracing adalah langkah paling tepat untuk mengendalikan,” katanya.

Bupati mencontohkan Inggris yang sudah berhasil melakukan vaksinasi 70 persen kepada warganya, namun pada gelombang Covid-19 ini angka tercatat naik lagi. Kabar baiknya, bagi yang sudah divaksin namun kembali positif, gejala yang dirasakan hanya dalam taraf sedang hingga ringan saja.

“Kenapa herd immunity tidak bisa langsung tercapai? Karena virus Covid ini bermutasi. Vaksinasi di Kabupaten Mojokerto belum sampai 25 persen, maka yang diandalkan saat ini adalah tracing. Harapannya, agar kasus positif Covid pada OTG bisa terjaring sebanyak-banyaknya,” harapnya.

Setidaknya, lanjut Bupati, apabila seseorang menolak isolasi, mereka sudah tahu kalau dirinya positif sehingga bisa membatasi diri. Meski satu daerah rendah angka kasus Covid-19, namun pungkas Bupati, tracing harus dipastikan berjalan baik. [tin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar