Politik Pemerintahan

Tukang Becak di Surabaya Bakal Bergaji UMK

Surabaya (beritajatim.com) –  Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terus berupaya melakukan terobosan untuk menekan angka kemiskinan di Kota Pahlawan. Salah satu formula yang disiapkan untuk dilaksanakan adalah menaikkan pendapatan tukang becak dan nelayan.

Para tukang becak dan nelayan akan diberdayakan serta bisa memperoleh gaji setara upah minimum kota (UMK) Surabaya. Besaran UMK Di surabaya sendiri mencapai Rp3.871.052.

“Tentu mereka yang kami bayar UMK harus warga Surabaya. Memiliki KTP Surabaya. Saya sudah melakukan maping, rata-rata penghasilan tukang becak Rp600.000 sampai Rp1,2 juta sebulan, ” kata Risma.

Para tukang becak nantinya akan dipekerjakan di berbagai sektor. Mulai dari penjaga sekolah, petugas kebersihan sampai becak khusus wisata. “Kami juga akan maping lagi, ada yang sudah berusia uzur, jadi kami sesuaikan dengan kemampuannya. Bisa saja mereka kami tugasi jaga toilet umum. Yang pasti akan kami lihat dulu, ” ucapnya.

Selain tukang becak, kata Risma, para nelayan juga akan dibantu untuk mendapatkan penghasilan sesuai UMK. Bagi para nelayan, mereka akan dikaryakan di sektor perahu wisata. Selama ini, perahu wisata yang sudah dijalankan di Kalimas hanya beroperasi di akhir pekan. “Nanti tiap hari perahu wisata bisa dibuka. Biar bisa melibatkan banyak para nelayan,” pungkasnya.[ifw/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar