Politik Pemerintahan

Tujuh Bakal Calon Daftar Lewat PDIP Mojokerto

Sekretaris Panitia Penjaringan Bakal Cabup dan Cawabup PDIP Kabupaten Mojokerto, Supriyanto. Foto : misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto akan dihelat pada pertengahan 2020, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Mojokerto menjadi partai politik (parpol) yang paling awal mencari figur untuk diusung dalam pesta demokrasi lima tahun tersebut.

Penjaringan bakal calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) dibuka pada 7 sampai 9 September 2019, kemudian diperpanjang hingga 12 September 2019. Perpanjangan itu karena jumlah kuota pada saat pendaftaran pertama belum terpenuhi. Setidaknya ada tujuh figur yang berebut tiket partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

Diantaranya, Ketua DPC PDIP Kabupaten Mojokerto Pungkasiadi yang merupakan Wakil Bupati Mojokerto, pensiuan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pendapatan Pemprov Jawa Timur, Purwo Santoso mengambil formulir cabup. Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mojokerto, Firman Effendi mengambil formulir cawabup.

Sedangkan gelombang kedua, ada empat orang yang mengambil formulir pendaftaran cawabup. Diantaranya Kepala Desa (Kades) Mojodadi, Kecamatan Kemlagi, Agus Suprayitno serta dua pengusaha atau kontraktor asal Mojokerto, Kustanto dan Sunarto, serta Muhammad Rizky Fauzy Pancasilawan.

Rizky merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto yang baru saja dilantik pada penghujung Agustus 2019. Rizky merupakan anak dari calon Walikota Mojokerto, Akmal Budianto yang diusung PDIP. Meski akhirnya,Akmal gagal dalam kontestasi Pemilihan Walikota (Pilwali) Mojokerto 2018.

Sekretaris Panitia Penjaringan Bakal Cabup dan Cawabup PDIP Kabupaten Mojokerto, Supriyanto mengatakan, pasca penjaringan seluruh nama-nama yang sudah masuk akan disetorkan ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jatim. “Di DPD PDIP Jatim akan dilakukan verivikasi pertama,” ungkapnya, Senin (16/9/2019).

Verifikasi itu meliputi pengecekan kesehatan, narkoba dan lain sebagainya. Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Mojokerto ini menuturkan, sebanyak tujuh pendaftar tersebut nantinya juga akan melalui serangkaian tahapan. Mulai tes psikologi, kemudian interview khusus oleh DPD PDIP Jatim. Nama-nama yang lolos dalam verivikasi penjaringan bakal dikirimkan ke DPP PDIP.

“Jadi nantinya DPP PDIP yang akan memutuskan rekom jatuh ke siapa. Tentunya dengan mempertimbangkan berbagai hal, jadi tidak serta merta memutuskan,” tegasnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar