Politik Pemerintahan

Truk Sampah di Jember Beroperasi Berkat Saweran Masyarakat

Jember (beritajatim.com) – Ketiadaan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) membuat truk pengangkut sampah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, terancam tak beroperasi akhir pekan ini. Selama ini truk pengangkut sampah bisa tetap beroperasi karena saweran atau patungan masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jember Arismaya Parahita mengatakan, situasi di lapangan agak berat. “Diperkirakan maksimal Sabtu (23/1/2021) ini kami betul-betul tidak mampu lagi tanpa ada eksekusi APBD maupun bantuan masyarakat,” katanya, Selasa (19/1/2021).

“Seminggu (dibutuhkan) Rp 25 juta. Itu batas minimal. Kalau optimal Rp 40 juta. Maksudnya optimal itu dua-tiga rit per truk. Kalau minimal satu rit. Kalau sudah berjalan tiga minggu, nilainya bisa Rp 60-75 juta,” kata Arismaya.

Arismaya berterima kasih kepada masyarakat yang selama ini sudah membantu DLH untuk membiayai operasional truk pengangkut sampah. “Saweran terbanyak dari para sopir yang mengakses langsung partisipasi masyarakat atau dari gerobak sampah. Dari (saweran pegawai) DLH, masuk hampir Rp 10 juta. Dari para kepala bidang, dari para kepala subbagian. Nanti kami akan kembalikan (setelah APBD bisa direalisasikan),” katanya.

Arismaya berharap APBD bisa segera diputuskan, setelah Gubernur Khofifah Indar Parawansa melayangkan surat tertanggal 15 Januari 2021 kepada Bupati Faida yang mengakhiri kontroversi birokrasi selama ini. Ia berharap Bupati Faida bisa segera merevisi Perkada APBD (Peraturan Kepala Daerah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) sebagaimana permintaan pemerintah provinsi.

“Sehingga minggu ini selesai, insya Allah minggu depan bisa dicairkan. Kami harus berjuang sekarang untuk memenuhi anggaran minggu ini, antara Rp 25-30 juta,” kata Arismaya. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Coba Yuk, Snack Berlumur Saus Hummus

Rela Tinggalkan Dokter Spesialis

Ngobrol dengan Komunitas Berbagi di Surabaya