Politik Pemerintahan

Transaksi Keuangan Aman, Indah Kurnia: UMKM Sudah Saatnya Memiliki QRIS

Surabaya (beritajatim.com) – Anggota DPR RI, Indah Kurnia berharap kepada semua UMKM agar segera memiliki QRIS. Ini karena QRIS sangat bermanfaat dalam proses transaksi keuangan.

Hal ini dikatakan Indah Kurnia dalam sambutannya di acara Sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai yang digelar secara virtual. Acara dilaksanakan oleh Yayasan Indonesia Wani Kreatif bersama Tim Rumah Aspirasi Indah Kurnia dan Bank Indonesia.

Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia, agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat dan terjaga keamanannya.

Sosialisasi yang dilaksanakan pada Kamis (5/8/2021) hari ini juga dihadiri oleh para pelaku UMKM serta kelompok millenial dari Surabaya dan Sidoarjo.

Ada hal menarik dari acara ini yang membuat Indah Kurnia menangis haru. Yakni, hadirnya sahabat yang saat ini telah purnatugas sebagai Kepala Kantor Perwakilan (KPW) Bank Indonesia Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah. Serta, kehadiran Kepala KPW BI Jatim yang baru, Budi Hanoto serta semua jajaran Pimpinan BI Jatim lengkap.

“Momen ini adalah surprise dan spesial, karena seluruh jajaran pimpinan BI hadir menyaksikan sosialisasi,” kata Indah Kurnia melalui daring.

Sebagai narasumber dalam acara ini adalah Rolly Satrio Nugroho (Asisten Manajer Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur).

Dalam penjelasannya, Rolly menyampaikan bahwa salah satu keuntungan menggunakan QRIS adalah para pelaku UMKM bisa mendapatkan portofolio dari setiap transaksi, tanpa perlu mencatatkannya secara manual. Hal ini penting bagi UMKM yang berkeinginan untuk mengakses permodalan ke bank.

“Untuk menggunakan QRIS, para pelaku UMKM tidak memerlukan dukungan perangkat smartphone dengan spesifikasi tinggi, sebab QRIS bukanlah sebuah aplikasi melainkan sebuah barcode. QRIS bukanlah sebuah aplikasi, melainkan sebuah kanal pembayaran berbentuk barcode yang menyatukan semua platform pembayaran digital,” jelas Rolly. Saat ini, di Jawa Timur sudah terdapat sebanyak 958 ribu merchant dari target 1,45 juta merchant di tahun 2021. (tok/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar