Politik Pemerintahan

TPS Unik Rungkut Mapan Surabaya, Kerahkan Satgas Covid Berpakaian Pecalang

Surabaya (beritajatim.com) – Pilkada serentak dilaksanakan hari ini, Rabu (9/12/2020). Meski ditengah pandemi, ternyata masih ada sedikit upaya menyemarakkan pesta aspirasi rakyat ini.

Salah satunya di Lapangan Timur RW 08 Rungkut Mapan Barat Surabaya. Warga RW 08 RMB menyulap sedemikian rupa Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang konvensional menjadi lebih atraktif. Warga RW 08 menempatkan ke tiga TPS di satu lokasi, yaitu di Lapangan Timur RMB.

Meski dijadikan satu lokasi, TPS 20, 21, 22, tidak menyebabkan kerumunan atau penumpukan pengguna hak suara atau penyoblos. Pengaturan di TPS Rw 08 RMB diatur sesuai protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19.

Setiap pengguna hak suara diwajibkan datang dengan telah menggunakan masker, kemudian menjaga antrian jarak, mencuci tangan pakai sabun, setelah itu di cek suhu tubuh dan menggunakan sarung tangan plastik. Setelah mencoblos, warga diarahkan untuk langsung pulang dan tidak berkerumun di TPS.

Uniknya, segala prosedur pencoblosan tersebut diarahkan dan diatur oleh 20 satgas Covid RMB yang menggunakan pakaian pecalang adat Bali. Mereka menggunakan pakaian pecalang sambil membawa pamflet kampanye 3M yang berbentuk gunungan wayang.

Selain dijaga oleh satgas Covid yang berpakaian pecalang, TPS RW 08 RMB juga dihias dengan menggunakan wallpaper menarik agar tidak terkesan monoton, selain itu juga pengguna hak suara yang sedang mengantri dihibur dengan live music angklung, sehingga merasa nyaman dan tidak bosan.

Roy Mandala, selaku Humas RW 08 RMB, mengatakan bahwa dipilihnya konsep pecalang karena pecalang sendiri memiliki kesan dan identik dengan ketertiban dan keamanan.

“Kami ingin pelaksanaan Pilkada ini dilakukan dengan aman dan tertib, tetapi juga menyenangkan, karena kalau pakai kostum begini kami juga lebih enjoy. Ada musik musik juga jadi tidak terkesan kaku. Kami harap dengan terciptanya suasana nyaman maka imun tubuh juga meningkat. Terlebih setiap pecalang membawa gunungan berupa himbauan protokol kesehatan, dan bertugas benar benar untuk penegakkan protokol kesehatan. Tujuannya pilkada lancar tidak ada cluster pilkada di RW 08,” ujar Roy.

Wahyu P Kuswanda, selaku salah satu warga mengatakan bahwa segala hal terkait TPS dijamin aman dan nyaman oleh pengurus RW. Karena telah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Untuk mengupayakan pengetatan protokol kesehatan itu, pengurus RW menyiapkan 20 pecalang untuk memberikan arahan dan menertibkan, dan saya lihat tidak ada satu pun yang melanggar aturan,” ujar Wahyu.

Hariyadi, salah satu warga juga mengatakan bahwa awalnya ia mengaku takut harus menggunakan hak suaranya di TPS karena takut terjadi kerumunan. Tetapi setelah melihat langsung TPS nya, kekhawatiran dan ketakutan itu pun sirna.

“Awalnya takut dan ragu mau nyoblos, saya berpikir golput tapi karena lihat langsung ternyata disiapkan dengan sangat matang dan tertib. Juga penetapan protokol kesehatan yang lengkap, jadi saya tidak takut lagi. Tidak ada kekhawatiran, bahkan  yang menurunkan masker saja tidak ada,” pungkasnya. [adg/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar