Politik Pemerintahan

TPPI P3MD Malang Anggap Pernyataan Dahnil Simanjuntak Ngawur

Ketut Rudiantoro, Pendamping Ahli Teknik Infrastruktur Kabupaten Malang menjelaskan, ujaran yang disampaikan oleh Dahnil yang diketahui sebagai Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi, menciderai kinerja dari Pendamping Desa di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Malang.

Malang (beritajatim.com) – Pernyataan kontroversial Dahnil Simanjuntak soal pembangunan jalan desa, direspon serius Tenaga Pendamping Profesional Indonesia, Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TPPI P3MD) Kabupaten Malang.

Dalam pernyataan sikapnya, Kamis (21/2/2019) sore ini, TPPI P3MD Kabupaten Malang, menolak keras pernyataan Dahnil Anzar Simanjuntak di media sosial yang dinilai tak valid.

Ketut Rudiantoro, Pendamping Ahli Teknik Infrastruktur Kabupaten Malang menjelaskan, ujaran yang disampaikan oleh Dahnil yang diketahui sebagai Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi, menciderai kinerja dari Pendamping Desa di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Malang.

 

“Pernyataan tersebut berpotensi melukai hati Pemerintah di Indonesia. Karena dianggap kaami tidak melakukan apa-apa, selama dana desa digulirkan. Itu menciderai etos kerja kami selama ini,” ungkap Ketut bersama para Pendamping Desa seluruh Kabupaten Malang, di Balai Desa Sutojayan, Pakisaji, Kamis (21/2/2019).

Ketut sangat menyayangkan, pernyataan tersebut dianggap tidak mengakui capaian kinerja Pemerintah, khususnya Kementrian Desa, Transmigrasi PDTT dalam pembagunan jalan, dari tahun 2015 hingga tahun 2018.

Atas permasalahan itu, Ketut bersama koleganya mengajak Dahnil Simanjuntak untuk berkeliling ke desa-desa di Kabupaten Malang. Sehingga, mengetahui fakta di lapangan.

“Kami juga menuntut agar Dahnil Simanjuntak meminta maaf secara terbuka kepada pak Sutro Sandjojo (Menteri Desa dan PDTT) yang telah diragukan capaiannya,” tegas Ketut.

Pernyataan sikap yang disampaikan para Pendamping Desa Kabupaten Malang bukannya tanpa sebab, lantaran berdasarkan atas laporan kinerja yang sudah dilakukan selama ini sudah dinilai membuahkan hasil.

“Selama 4 tahun (2015-2019), desa di Kabupaten Malang telah dibangun jalan sepanjang 2.279.481,6 M atau 2.279,5 KM di 9.002 titik lokasi di seluruh Kabupaten Malang.

Sebagai informasi, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak sempat membuat pernyataan di media sosial yang dinilai tidak valid.

Mulanya, Dahnil mengunggah foto panjang jalan yang dikalikan per 1.000 km dibanding dengan tahun.

Dahnil menuliskan bahwa klaim jalan desa yang dibangun oleh Jokowi yakni 191.000 km sama dengan 4,8 kali keliling bumi.

“Jokowi klaim Membangun jalan desa 191000 km.

“Ini sama dengan 4,8 kali Keliling Bumi atau 15 kali Diameter Bumi”

“Itu membangunnya kapan? Pakai ilmu simsalabim apa?ternyata produsen kebohongan sesungguhnya terungkap pada debat malam tadi,” tulis Dahnil Anzar di akun Twitternya beberapa waktu lalu. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar