Politik Pemerintahan

Tour Guide Tarik Wisatawan ke Kampung Tenun Ikat Bandar Kidul Kota Kediri

Kediri (beritajatim.com) -Terjun di dunia pariwisata sejak 2004, dari sekian kota dan pulau telah dikunjungi, membuat Bambang Kuswandaru, 52, meyakini Kota Kediri berpotensi besar di bidang wisata.

Bahkan kini, pemilik Almas Tour and Travel ini berfokus pada Wisata Edukasi Kampung Tenun Bandar Kidul yang diresmikan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar pada 2019 lalu.

“Saya bisa ajak orang ke Jogja untuk belajar membatik dan ke Suku Sasak di Lombok untuk menenun. Nah, kini saya juga ingin undang orang-orang berkunjung ke Kampung Tenun Ikat Bandar Kidul,” jelasnya.

“Rekan-rekan agen travel se-Jawa Timur juga sempat diajaknya berbuka puasa bersama sembari melihat wisata edukasi kebanggaan Kota Kediri, dan respon mereka luar biasa. Kaget, ternyata di Kota Kediri ada kampung wisata seperti ini,” ucapnya.

Selain itu, Ia mengandalkan Gua Selomangleng, Gereja Merah, Sungai Brantas dengan Jembatan Lama, dan Heritage Kediri (lingkup area Bank Indonesia, Jalan Dhoho, Jalan Yos Sudarso) sebagai paket rute yang ia tawarkan.

Tidak sendiri, ia juga bekerjasama dengan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Kampung Tenun Ikat Bandar Kidul untuk mempersiapkan ‘diri’ Menurutnya, kawasan Kampung Tenun Bandar Kidul perlu adanya suatu “penanda” masuk.

“Jadi ketika wisawatan berkunjung, mereka merasakan kalau ini sudah sampai tujuan,” lugasnya. Paket Free Independent Traveler (FIT) atau biasa disebut dengan paket wisata terbatas ke Kampung Tenun Ikat Bandar Kidul juga diluncurkan olehnya di tengah masa pandemi.

Sinergi dan peningkatan sumber daya manusia di bidang pariwisata juga terus menerus dikembangkan Pemerintah Kota Kediri dengan adanya Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Wisata (Tour Guide) Gratis yang diadakan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Kediri bekerjasama dengan LSP Gunadharma pada Jumat-Sabtu (11-12/6/2021) di GOR Jayabaya.

Diikuti 50 peserta dari Biro Perjalanan Tour dan Travel Kota Kediri. Tujuan dari kegiatan ini meningkatkan kompetensi dan kapabilitas pramuwisata di wilayah Kota Kediri. Selain itu, kegiatan ini dilakukan agar pramuwisata lebih profesional dalam menjalankan tugas di bidangnya guna menarik para wisatawan khususnya dalam rangka menyambut fasilitas tol dan Bandara Kediri.

Bambang sebagai salah satu peserta mengatakan, acara tersebut juga jadi pendukung Kota Kediri sebagai The Service City dengan adanya pramuwisata yang kompeten di Kota Kediri. Harapannya, dengan hadirnya bandara bisa menarik wisatawan luar berkunjung ke Kota Kediri terutama sektor hotel dan akomodasi.

“Semoga ke depannya ada acara yang membuat penginapan dan restoran sampai full booked, karena wisawatan berbondong-bondong ke Kota Kediri.” Menurutnya, hal terpenting terwujudnya harapan itu adalah dengan kepedulian dan kedisiplinan warga Kota Kediri membangun sektor kebudayaan dan pariwisata. [nm/ted].



Apa Reaksi Anda?

Komentar