Politik Pemerintahan

Tolak Radikalisme Intoleransi

Eks Legislator PDIP Deklarasikan Relawan Ganjaris di Jember

Jember (beritajatim.com) – Sejumlah aktivis PDI Perjuangan mendeklarasikan relawan pendukung calon presiden Ganjar Pranowo, Ganjaris, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (13/3/3022). Ganjaris diketuai mantan legislator PDIP Agus Hadi Santoso.

Agus mengatakan, 75 persen yang berkumpul di kubu Ganjaris adalah mantan pengurus dan legislator PDI Perjuangan tingkat kabupaten. Rata-rata adalah mantan pengurus PDIP sejak 2004. Sisanya adalah simpatisan Ganjar personal.

“Kami di kubu Ganjar hari ini walau tidak tahu dia akan direkom partai apa, karena kami punya pemikiran yang sama bahwa hari ini negara terancam oleh pemikiran radikalisme, paham terorisme, paham intoleransi, dan perubahan negara Pancasila menjadi khilafah,” kata Agus.

Dari para calon presiden yang muncul, Agus dan kawan-kawan melihat Ganjar yang lebih nasionalis dan Pancasilais. “Harga mati NKRI dan harga mati Pancasila,” katanya.

“Kenapa kok tidak memilih orang nasionalis seperti Puan Maharani? Puan nasionalis, NKRI jelas, Pancasila jelas, tidak akan berubah. Hanya saat ini di masyarakat, Puan kurang bisa diterima. Hasil survei hari ini, Ganjar jauh lebih unggul daripada Puan,” kata Agus.

Bagaimana jika kemudian PDIP tidak mencalonkan Ganjar dalam pemilihan presiden? Agus menegaskan, bahwa aktivis dan pengurus PDIP yang berada di barisan Ganjaris ingin mengabdikan diri pada bangsa, bukan partai. “Seandainya PDI Perjuangan tidak merekomendasi, dia akan tetap ke Ganjar asalkan Ganjar mendapat rekom dari partai apapun,” katanya.

Tidak khawatir mendapat sanksi jika mendukung calon presiden tak sesuai dengan rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan? “Siap untuk disanksi,” kata Agus.

Agus mengatakan, tanpa komando, mantan pengurus PDIP tingkat daerah sejak kepengurusan 2004 mendukung Ganjar. “Ini tidak hanya terjadi di Jember,” katanya.

Ganjaris Jember nantinya Ganjar berpasangan dengan kader NU. “Kami tidak berani sebut nama, karena tidak tahu figur NU yang punya kualitas seperti itu. Kami tidak paham anatomi politik di NU. Asalkan NU siap bersama-sama menjaga NKRI dan Pancasila, kami siap saja. Kami serahkan ke Pak Ganjar,” kata Agus.

Dalam kegiatan itu, Agus memberikan surat keputusan kepengurusan Satuan Relawan Ganjaris tingkat kecamatan dan vandel. Selain itu ada bazaar minyak goreng murah di Kecamatan Rambipuji. “Kami menghadirkan satrel 29 kecamatan dan satrel komunitas petani dan pejuang tanah. Targetnya kami membentuk tujuh satrel komunitas,” katanya.

Pengurus di tingkat kecamatan saat ini masing-masing beranggotakan lima orang. Sementara pengurus tingkat kabupaten adalah 17-25 orang. “Kami menargetkan pengurus per kecamatan 15 orang. Kami juga akan membentuk satrel tingkat desa yang terdiri 11 orang pengurus di masing-masing desa,” kata Agus.

“Kami mencoba berkomunikasi dengan teman-teman Tionghoa dan kristiani untuk sama-sama menjaga NKRI, karena mereka paling dikhawatirkan dengan maraknya intoleransi,” kata Agus. [wir/suf]


Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks



Apa Reaksi Anda?

Komentar